Fadli Zon Beberkan 743 Cagar Budaya Nasional, Museum Jadi Fokus Baru
Bagikan:
JAKARTA - Menteri Kebudayaan Fadli Zon memaparkan sejumlah program percepatan pemajuan kebudayaan, mulai dari penetapan cagar budaya nasional, penguatan museum, dukungan film dan musik, hingga diplomasi budaya.
Hal itu disampaikan Fadli dalam Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan bersama awak media di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta, Rabu, 5 Agustus.
Fadli mengatakan Kementerian Kebudayaan terus mendorong pelindungan tradisi, pengembangan, pemanfaatan, pembinaan, diplomasi, dan promosi kebudayaan sesuai amanat Undang-Undang Pemajuan Kebudayaan.
“Kita mengejar segala upaya untuk pemajuan kebudayaan yang lebih akseleratif, baik dalam pelindungan kebudayaan dan tradisi, pengembangan, pemanfaatan, dan pembinaan, hingga diplomasi dan promosi sesuai amanat undang-undang,” ujar Fadli.
Salah satu capaian yang disampaikan adalah penetapan Cagar Budaya Nasional atau CBN. Menurut Fadli, jumlah CBN kini mencapai 743. Angka itu naik dari kurang dari 228 sebelum Kementerian Kebudayaan berdiri sebagai institusi tersendiri.
Kementerian Kebudayaan juga mendorong museum agar lebih dekat dengan masyarakat. Salah satunya melalui Museum Passport yang sudah terjual 20.000 buku dan disebut mendapat respons antusias dari generasi Z.
Penguatan museum juga dilakukan lewat pemanfaatan aset. Kemenbud menyiapkan Museum Film di Kota Tua, Museum Fotografi di Semarang, serta rencana Museum Musik di Bandung.
BACA JUGA:
Museum Film akan menampilkan perjalanan perfilman Indonesia dari masa ke masa. Museum Musik disiapkan untuk memperkenalkan sejarah musik Indonesia dan memperkuat apresiasi terhadap karya budaya nasional.
Menurut Fadli, penguatan museum berjalan seiring dengan perkembangan film dan musik nasional.
“Kita juga mempunyai modal yang baik dalam film dan musik. Film kita sudah menjadi tuan rumah di negeri sendiri dengan 67 persen market share. Tahun ini ada sekitar 15 film Indonesia yang menjadi box office,” kata Fadli.
Ia menambahkan, sekitar 80 persen masyarakat Indonesia mendengarkan musik Indonesia.
Kemenbud juga mendukung sastra dan seni rupa melalui festival serta keikutsertaan seniman Indonesia di forum internasional. Salah satunya partisipasi tujuh seniman dalam program residensi Venice Biennale.
Di dalam negeri, Kemenbud tengah memproses penerima Dana IndonesiaRaya. Hingga 2026, lebih dari 15 ribu proposal masuk untuk program dengan anggaran Rp360 miliar tersebut.
Dana itu akan diseleksi sesuai kriteria. Program ini ditujukan untuk komunitas, sanggar, dan pegiat budaya di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar atau 3T.
Kemenbud juga memetakan hampir 200 bangunan untuk direvitalisasi. Bangunan itu mencakup museum, keraton, dan istana di berbagai daerah.
Fadli mengatakan langkah tersebut menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pentingnya sejarah dan budaya dalam pembangunan Indonesia.
Ia juga mendorong pemerintah daerah lebih serius mengurus museum dan taman budaya. Fadli mengapresiasi Sulawesi Utara yang sudah mengalokasikan APBD untuk revitalisasi museum provinsi.
Menurut dia, dukungan pemerintah daerah dibutuhkan agar Dana Alokasi Khusus atau DAK Kementerian Kebudayaan bisa dimanfaatkan optimal.
Kementerian Kebudayaan juga memperkuat tradisi lisan melalui program Indonesia Bercerita. Program ini menggunakan cerita rakyat untuk mengenalkan nilai budaya kepada anak dan menjaga tradisi mendongeng.
Menjelang 81 tahun Indonesia merdeka, Kemenbud memperkuat pengenalan sejarah melalui revitalisasi Museum Perumusan Naskah Proklamasi.
Kemenbud juga menyiapkan sayembara produksi film narasi kepahlawanan tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan periode 1945-1950. Program itu mencakup film panjang dan film pendek, dengan pendampingan sejarawan, akademisi, dan praktisi film.
Selain itu, Kemenbud bekerja sama dengan sejumlah stasiun televisi nasional untuk membuat film dokumenter sejarah.
Fadli juga menyinggung jejak sejarah Indonesia di Suriname dan Cape Town, Afrika Selatan. Salah satunya terkait Syekh Yusuf Al-Makassari, Pahlawan Nasional Indonesia yang memiliki posisi penting dalam sejarah Afrika Selatan.
Kemenbud merencanakan pembangunan museum dan pusat budaya di sekitar makam Syekh Yusuf Al-Makassari di Cape Town. Pusat budaya itu disiapkan untuk memperkenalkan sejarah, budaya, dan bahasa Indonesia kepada komunitas diaspora.
Untuk memperingati 400 tahun kelahiran Syekh Yusuf Al-Makassari, Kemenbud bersama Kementerian Komunikasi dan Digital juga menyiapkan penerbitan perangko peringatan.
Ikut hadir dalam kegiatan tersebut, Staf Khusus Menteri Kebudayaan Bidang Media dan Komunikasi Publik, M. Asrian Mirza; Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Publik, Ridwan; serta Kepala Balai Media Kebudayaan, Abu Chanifah.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+