F1 GP Belanda: Incar Gelar Kedelapan, Lewis Hamilton Siap Tikung Kimi Antonelli di Zandvoort
Dian Eko Prasetio
| 21 Agustus 2026, 14:26 WIB

Pembalap Ferrari, Lewis Hamilton, dalam persiapan menuju F1 GP Belanda 2026. X/Scuderia Ferrari.
AKURAT.CO, Pembalap Scuderia Ferrari, Lewis Hamilton, mengirim sinyal bahaya bagi para rivalnya jelang bergulirnya paruh kedua Formula 1 (F1) musim 2026.
Sang juara dunia tujuh kali tersebut mengaku berada dalam kondisi fisik terbaik sepanjang 20 tahun karier balapnya di level tertinggi jet darat ini.
Sinyal ancaman diusung Lewis Hamilton demi menuntaskan misi memangkas jarak 50 poin dari wonderkid Mercedes, Kimi Antonelli, yang saat ini masih nyaman bertengger di puncak klasemen sementara F1 2026.
Berbeda dengan kebiasaannya di musim-musim sebelumnya yang kerap diisi dengan liburan mewah dan pesta, Lewis Hamilton memilih menempa fisiknya secara intensif selama jeda musim panas tiga pekan terakhir.
"Ini menjadi jeda musim panas yang paling berbeda sepanjang musim perebutan gelar yang pernah saya jalani," kata Hamilton dikutip AFP.
Pembalap asal Inggris yang kini genap berusia 41 tahun tersebut menegaskan bahwa pengorbanan masa liburnya membuahkan hasil luar biasa pada kesiapan fisiknya.
"Saya kembali dengan kondisi paling bugar sepanjang 20 tahun atau lebih saya berada di F1," tegas Hamilton.
https://www.akurat.co/balap/874130/f1-gp-belgia-bawa-misi-samai-rekor-schumacher-lewis-hamilton-siap-menggila-di-sirkuit-spa
Rasa optimistis Hamilton kian melambung seiring meningkatnya performa jet darat Ferrari.
Ia menilai bahwa tim asal Maranello tersebut telah menemukan resep yang tepat untuk kembali mendominasi lintasan, setelah sempat terseok-seok di awal musim.
Hamilton bahkan sempat sangat frustrasi di awal petualangannya bersama tim Kuda Jingkrak hingga melontarkan kritik pedas pada dirinya sendiri dengan menyebut dirinya "tidak berguna" dan meminta Ferrari mencari pembalap pengganti.
"Saya pikir kami saat ini berada dalam kondisi yang sangat baik. Kami akan terus membangun fondasi kuat yang sudah kami buat bersama," tuturnya.
Selain memburu gelar juara dunia kedelapan, Hamilton mengusung misi penutupan dendam pribadi jelang gelaran GP Belanda di Sirkuit Zandvoort akhir pekan ini.
Zandvoort menjadi salah satu dari sedikit sirkuit langka di mana Hamilton belum pernah mencicipi podium tertinggi sepanjang kariernya.
Balapan musim ini menjadi kesempatan emas sekaligus "peluru" terakhir bagi Hamilton, mengingat GP Belanda dipastikan bakal dicoret dari kalender resmi Formula 1 setelah musim 2026 berakhir.
"Saya sudah berhasil menang di hampir semua sirkuit lain di dunia. Jadi, saya benar-benar ingin mengubah catatan itu di Zandvoort kali ini," kata Hamilton membakar semangat.