gop-crypto.vip

ESDM Catat Distribusi Biodiesel 10,69 Juta KL, B50 Capai 3,4 Juta KL

Rabu, 09 September 2026, 12:20 WIB

Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat penyaluran biodiesel secara kumulatif mencapai 10,69 juta kiloliter hingga 7 September 2026. Volume tersebut mencakup penyaluran B40 pada awal tahun dan B50 yang mulai diterapkan secara nasional sejak Juli 2026.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan dari total realisasi tersebut, penyaluran B40 sejak Januari 2026 mencapai 7,27 juta kiloliter. Adapun penyaluran B50 sejak Juli hingga 7 September mencapai sekitar 3,4 juta kiloliter.

“Dari capaian biodiesel untuk serapan, kami mengakumulasikan data per September ini, ini sudah disalurkan 10,69 juta kiloliter,” kata Eniya dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XII DPR RI, Selasa (8/9/2026).

Eniya menjelaskan, penerapan B50 dimulai pada 1 Juli 2026 setelah pemerintah menjalankan program B40 sejak 1 Januari 2025. Dengan demikian, volume 10,69 juta kiloliter tersebut merupakan akumulasi penyaluran dalam masa transisi dari B40 menuju B50, bukan seluruhnya penyaluran B50.

“Kalau kita lihat dari Januari itu B40 di situ sudah tersalurkan total 7,27 juta kiloliter, dan mulai Juli itu sudah B50 ini sekitar 3,4 juta kiloliter sampai dengan 7 September hari kemarin 2026,” ujar Eniya.

Pemerintah memperkirakan penyaluran biodiesel sepanjang 2026 dapat mencapai 16,8 juta hingga 18 juta kiloliter. Artinya, realisasi 10,69 juta kiloliter hingga 7 September setara sekitar 59–64 persen dari rentang proyeksi pasokan biodiesel pemerintah untuk satu tahun penuh.

Program B50 merupakan kebijakan pencampuran 50 persen biodiesel berbasis fatty acid methyl ester atau FAME dengan 50 persen solar fosil. Pemerintah menyatakan kebijakan itu ditujukan untuk meningkatkan penggunaan energi berbasis bahan baku domestik dan mengurangi kebutuhan impor solar.

Baca Juga: ESDM Targetkan Uji B50 di Kereta Api Selesai Desember

Baca Juga: Pendangkalan Sungai Hambat B50, Pertamina Soroti Risiko Pasokan di 17 Terminal BBM

Meski mandatori B50 telah berlaku sejak 1 Juli 2026, transisi distribusi masih berjalan. ESDM memberikan kelonggaran kepada badan usaha untuk menghabiskan stok B40 hingga 30 September 2026.

Hingga awal September, sebanyak 76 dari 104 titik serah telah menyalurkan B50. Sebanyak 28 titik serah lainnya masih berada dalam masa peralihan dari B40 ke B50. Di tingkat SPBU, 6.050 dari 6.412 SPBU penyalur biosolar telah mendistribusikan B50, sedangkan 362 SPBU lainnya masih menjual B40.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra