gop-crypto.vip

Enam RT di Jakarta Utara Mulai Kelola Sampah Secara Mandiri |Republika Online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Enam RT di Sunter Agung dan Papanggo, Jakarta Utara, mulai menjalankan pemilahan sampah secara mandiri dari tingkat rumah tangga. Program yang dikembangkan PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro tersebut menargetkan sekitar empat ton sampah bernilai ekonomi dapat dipilah hingga akhir Desember 2026.

Program dijalankan di tiga RT di RW 006 Sunter Agung dan tiga RT di RW 007 Papanggo dengan melibatkan Prakarsa Warga Jakarta Utara. Warga menerapkan Sistem Pilah 3 untuk memisahkan sampah sejak dari sumbernya.

VP Corporate Secretary Jakpro M Alfin Rinaldinsyah mengatakan, program tersebut diarahkan untuk membangun kebiasaan dan kemandirian warga dalam mengelola sampah.

“Kami ingin program TJSL Jakpro tidak berhenti pada pemberian bantuan. Yang lebih penting adalah bagaimana program tersebut dapat menciptakan perubahan, membangun kemandirian masyarakat, dan memberikan manfaat yang dapat diukur,” kata Alfin melalui keterangannya, Rabu (30/9/2026).

Hingga akhir Desember 2026, program menargetkan pemilahan sekitar 3.850 hingga 4.000 kilogram sampah bernilai jual. Sampah yang terkumpul diperkirakan menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp11,5 juta hingga Rp12 juta.

Dari sisi lingkungan, pemilahan tersebut diproyeksikan dapat menghindari emisi sekitar 5.800 hingga 6.000 kilogram CO₂e. Tingkat partisipasi warga juga ditargetkan mencapai sekitar 80 persen dari total kepala keluarga di wilayah program pada Desember 2026.

Menurut Alfin, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting karena proses pemilahan berlangsung dalam aktivitas sehari-hari.

“Melalui program ini, kami mendorong prinsip dari warga, oleh warga, dan untuk warga. Ketika masyarakat sudah mampu menjalankan sistem pemilahan secara mandiri, maka program tersebut telah menciptakan fondasi perubahan yang lebih berkelanjutan,” kata Alfin.

Jakpro selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan program untuk melihat kemungkinan penerapannya di RT dan RW lain. Evaluasi mencakup tingkat partisipasi warga, efektivitas pelaksanaan, dampak lingkungan, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan.

Program tersebut juga menggunakan pendekatan Social Return on Investment (SROI) untuk mengukur manfaat sosial, ekonomi, dan lingkungan. Indikatornya mencakup jumlah penerima manfaat, volume sampah yang terkumpul dan terpilah, nilai ekonomi yang dihasilkan, serta manfaat lingkungan dari pengurangan sampah.

Pemilahan sejak rumah tangga juga diarahkan untuk mendukung ekonomi sirkular. Sampah yang memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali, sekaligus mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan.