Ekosistem olahraga balap sepeda motor Indonesia meningkat pesat
Jakarta (ANTARA) - Pegiat otomotif nasional Ladislao Camara Carranza menilai ekosistem olahraga balap sepeda motor Indonesia telah berkembang pesat dan memiliki potensi besar melahirkan pembalap berprestasi hingga level internasional.
Menurut dia, perkembangan tersebut terlihat dari semakin banyaknya wadah serta pembalap Indonesia yang mendapat kesempatan berkompetisi di ajang internasional, termasuk pada kejuaraan dunia Moto2, Moto3, dan kejuaraan internasional bergengsi lainnya.
"Indonesia memang pusatnya, karena memiliki sekitar 280 juta penduduk dan hampir 60 persen menggunakan sepeda motor, jadi untuk ranah roda dua maupun otomotif, Indonesia punya potensi besar menjadi pemain utama di jenjang internasional," kata Ladislao saat diwawancarai ANTARA seusai mengikuti kegiatan kerja sama brand Chocolatos dengan BK8 Gresini Racing di Jakarta, Senin.
Dia menyebut Indonesia saat ini memiliki Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama yang masing-masing tampil di kelas Moto2 dan Moto3. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk mendorong lebih banyak pembalap nasional menuju kelas tertinggi yakni MotoGP.
Namun, konten kreator terkenal itu juga menilai pengembangan pembalap perlu dilakukan sejak usia dini melalui sistem akademi yang terstruktur. Pembinaan tersebut, lanjut dia, tidak hanya mencakup kemampuan pembalap, tetapi juga dukungan mekanik dan aspek teknis lainnya.
Baca juga: Pembalap MotoGP Indonesia 2026 mulai berdatangan di Lombok
Ladislao menambahkan, ketersediaan wadah pembinaan menjadi salah satu tantangan yang masih perlu diperkuat. Sejumlah fasilitas balap memang telah tersedia di berbagai daerah, seperti Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta.
Namun, masyarakat yang ingin mengarahkan anaknya menjadi pembalap masih kerap kesulitan menemukan sekolah atau akademi yang dapat menjadi pintu masuk pembinaan. Hal itu sedikit berbeda dengan cabang olahraga sepak bola yang memiliki banyak sekolah pembinaan di berbagai daerah.
Berdasarkan pengalaman berkeliling Indonesia selama sekitar satu setengah tahun, dia menemukan banyak talenta potensial, termasuk mekanik muda yang memiliki kemampuan teknis mumpuni.
Potensi tersebut, tambah dia, menunjukkan Indonesia memiliki sumber daya manusia yang kuat untuk membangun ekosistem balap sepeda motor yang lebih kompetitif di tingkat internasional.
Dia berharap semua pemangku kepentingan bisa bahu-membahu dalam membangun ekosistem itu, sehingga bisa melahirkan pembalap MotoGP atau terbaik dari Indonesia.
Baca juga: Alex Marquez: Tak ada persiapan khusus untuk hadapi GP Indonesia 2026
Baca juga: Setelah menang di GP Jepang, Marc Marquez optimistis GP Indonesia
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.