Ekonomi RI Dibidik Tumbuh 6 Persen, Suahasil Minta Konsumsi Rumah Tangga Digenjot
Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:30 WIB
Jakarta, VIVA – Pemerintah menyiapkan sejumlah strategi untuk mengejar target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027. Menteri Keuangan Suahasil Nazara menyebut, konsumsi rumah tangga menjadi salah satu komponen yang perlu didorong lebih tinggi agar target tersebut dapat dicapai.
Baca Juga
Menurut Suahasil, pertumbuhan konsumsi rumah tangga harus melampaui angka 5,4 persen. Selain itu, belanja pemerintah juga perlu tumbuh lebih tinggi dari 5,6 persen untuk memberikan dorongan terhadap perekonomian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
”Kalau untuk mendapatkan 6 persen, maka konsumsi rumah tangga itu harus lebih tinggi dari 5,4 persen pertumbuhannya,” kata Suahasil di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Baca Juga
Konsumsi rumah tangga menjadi salah satu komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi karena berkaitan langsung dengan aktivitas belanja masyarakat. Ketika konsumsi meningkat, aktivitas produksi dan perdagangan juga diharapkan ikut bergerak.
Namun, pemerintah tidak hanya mengandalkan konsumsi. Investasi juga menjadi bagian penting dari strategi untuk mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027.
Baca Juga
Untuk mendorong investasi, Suahasil mengatakan pemerintah akan merancang sinergi antara Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dengan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Kolaborasi tersebut ditujukan untuk meningkatkan pertumbuhan investasi hingga sekitar 7 persen.
"Kita berharap bersama Danantara kita desain bagaimana APBN dan Danantara kemudian bersatu, sehingga bisa mendorong pertumbuhan investasi kaliber 7 persen. Ini pekerjaan besar dan membutuhkan yang namanya kita bekerja bersama," ujar dia.
Menurut Suahasil, APBN dan Danantara memang memiliki fungsi yang berbeda. Karena itu, kerja sama keduanya diperlukan agar masing-masing dapat menjalankan perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi.
APBN memiliki fungsi utama dalam penyediaan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur publik, perlindungan sosial, serta mendukung operasional pemerintahan. Anggaran negara juga menjadi instrumen pemerintah untuk menjalankan berbagai program pembangunan.
Sementara itu, Danantara berfokus pada konsolidasi aset dan kegiatan investasi. Peran tersebut diharapkan dapat menjadi katalis yang mendorong aktivitas pelaku usaha sekaligus memperkuat kegiatan ekonomi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Suahasil menggambarkan hubungan antara APBN dan Danantara sebagai dua instrumen yang memiliki fungsi berbeda tetapi dapat saling melengkapi.
"APBN dan Danantara itu seperti 'dua lengannya' negara ini. Lengan APBN bekerja, lengan Danantara bekerja," kata Suahasil.
Halaman Selanjutnya
Dengan strategi tersebut, pemerintah berupaya mendorong beberapa mesin pertumbuhan secara bersamaan. Konsumsi rumah tangga ditargetkan tumbuh di atas 5,4 persen, sementara belanja pemerintah perlu berada di atas 5,6 persen. Di sisi investasi, pemerintah bersama Danantara mengincar pertumbuhan hingga 7 persen.