DTPHP Cianjur mencatat serapan GKG mencapai 577 ribu ton - ANTARA News Jawa Barat
Cianjur, Jawa Barat (ANTARA) - Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat sepanjang Januari hingga Juni 2026, pencapaian produksi gabah kering giling (GKG) petani mencapai 577 ribu ton atau 59 persen dari target 970 ribu ton hingga akhir tahun.
Kepada Bidang Tanaman Pangan DTPHP Cianjur Dandan Hendrayana di Cianjur, Jabar, Jumat, mengatakan pihaknya optimistis target sebesar 970 ribu ton tercapai sebelum akhir 2026.
Meski untuk mencapai target ada tantangan yang harus dihadapi terutama karena ada potensi penurunan produksi GKG akibat cuaca pada Juli dan Agustus yang mana 15 kecamatan mengalami kekeringan akibat kemarau.
"Kami optimis target dapat tercapai meski ada tantangan kemarau di bulan Juli dan Agustus yang berdampak terhadap hasil produksi gabah petani, berbagai cara dilakukan guna memastikan hasil produksi tetap maksimal," katanya.
Menurut dia, ada potensi untuk meningkatkan hasil produksi pada bulan Oktober hingga Desember atau musim tanam ketiga, yang mana diprediksi musim hujan kembali turun, sehingga target dapat tercapai bahkan lebih seperti tahun sebelumnya.
Dia menjelaskan target GKG pada 2025 sebesar 805.248 ribu ton dari 138.027 hektare luas panen mengalami kenaikan di tahun 2026 sebesar 165 ribu ton dengan luas lahan yang bertambah 32.721 hektare menjadi 170.748 hektare.
"Tidak hanya hasil produksi yang mengalami kenaikan termasuk luas lahan bertambah di tahun 2026 menjadi 170.748 hektare, yang mana hitungan angka statistiknya ada peningkatan sebanyak 32.721 hektar luas panen," katanya.
Dari ratusan ribu hektare lahan tersebut, terdapat dua tipe lahan irigasi dan tadah hujan, sehingga beberapa faktor yang dapat menurunkan dan meningkatkan produksi GKG, tidak hanya dari luas panen tapi dipengaruhi karakteristik lahan serta cuaca.
"Kami terus berupaya agar hasil produksi tetap meningkat bahkan melebihi target dengan melakukan pompanisasi di sejumlah wilayah terdampak dan terancam kekeringan, sehingga pengairan tetap berjalan meski sedang kemarau," katanya.
Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.