gop-crypto.vip

DPRD Kalsel perjuangkan peningkatan sarpras Puskesmas Mandastana Batola - ANTARA News Kalimantan Selatan

Banjarmasin (ANTARA) - DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dalam hal ini Komisi IV Bidang Kesra yang juga membidangi kesehatan perjuangkan peningkatan sarana prasarana atau sapras Puskesmas Mandastana, Kabupaten Barito Kuala (Batola) ke pusat. 

Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Jihan Hanifha menyatakan itu ketika dikonfirmasi, Sabtu sesudah Komisinya monitoring/kunjungan ke Puskesmas Mandastana di Kecamatan Mandastana yang juga merupakan daerah pertanian pasang surut Batola. 

Fasilitas sarana dan prasarana kesehatan yang memadai menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pelayanan publik yang optimal bagi masyarakat. 

Begitu pula ketersediaan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang medis yang kompeten, kelengkapan obat-obatan, hingga kualitas pelayanan yang ramah dan cepat sangat menentukan tingkat kenyamanan serta kesembuhan pasien.

Di sisi lain, "Srikandi" Partai  Gerindra itu mengingatkan agar fokus penanganan bencana lingkungan tidak sampai mengalihkan perhatian dari program prioritas kesehatan masyarakat lainnya, khususnya intervensi gizi.

Anggota DPRD Kalsel dua periode itu juga menemukan adanya kendala operasional terkait regulasi ketersediaan obat-obatan primer yang belum sepenuhnya memadai untuk kebutuhan riil di lapangan.

“Seperti halnya penurunan stunting  jangan sampai terabaikan meski kita sedang berhadapan dengan penanganan dampak bencana asap. Dan juga, kami mendapatkan informasi adanya keterbatasan stok obat-obatan yang termasuk dalam Formularium Nasional (Fornas), karena ternyata kebutuhan di lapangan kerap berada di luar daftar Fornas itu sendiri,” pungkasnya. 

Ia berharap langkah tersebut mampu memberikan solusi jangka panjang bagi pemenuhan fasilitas kesehatan di tingkat daerah

“Kami akan berkonsultasi ke Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) di Jakarta mengenai jenis obat apa saja yang masih kurang ketersediaannya, mengingat regulasi ini dievaluasi secara berkala. Semoga hal tersebut bisa kita alokasikan nanti melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) atau anggaran pusat,” tutur Jihan. 

Membalas perhatian tersebut, Kepala Puskesmas Mandastana, dr. Rusdiani, menyampaikan apresiasi sekaligus membeberkan kondisi riil pelayanan di wilayahnya. 

Ia menjelaskan, bahwa pihaknya telah membentuk tim kesehatan khusus untuk menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Rombongan Komisi IV DPRD Kalsel dipimipin Ketuanya Jihan Hanifah saat kunjungan ke Puskesmas Mandastana, Kabupaten Barito Kuala, Jum'at (4/9/2026). (ANTARA/HO Humas Setwan Kalsel)

"Tercatat sebanyak 200 kasus ISPA sejak awal Agustus hingga saat ini berhasil ditangani dengan baik tanpa perlu rujukan ke rumah sakit," ungkapnya. 

Ia menambahkan, selain fokus pada ISPA, juga berhasil mekan angka stunting di wilayahnya hingga mencapai tujuh persen berkat strategi jemput bola menyambangi desa-desa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan di Kecamatan (Forkopimcam).

Dalam kunjungan Puskesmas Mandastana tersebut, juga didampingi oleh perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Kuala.

Pewarta: Syamsuddin Hasan
Editor : Sukarli

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.