gop-crypto.vip

DPRD Jabar Dukung Tanam Mangrove Metode Guludan - ANTARA News Jawa Barat

Cirebon (ANTARA) - Anggota DPRD Jawa Barat Ahab Sihabudin menilai inovasi penanaman mangrove menggunakan metode guludan di Kota Cirebon, Jabar, patut dikembangkan sebagai upaya memperkuat perlindungan ekosistem pesisir.

Ia mengatakan metode tersebut menjadi salah satu aspirasi masyarakat yang disampaikan kepada pihaknya, sehingga pemerintah provinsi dapat mempertimbangkan dukungan terhadap pengembangannya.

"Penanaman mangrove dengan cara yang baru ini menjadi aspirasi masyarakat kepada kami, termasuk dari kelurahan, agar provinsi bisa membantu," kata Ahab di Cirebon, Jumat.

Menurut dia, inovasi tersebut menunjukkan adanya upaya masyarakat dan pemerintah daerah dalam mencari metode yang lebih efektif untuk menjaga keberlangsungan tanaman mangrove di kawasan pesisir.

Ia menyebut persoalan lingkungan yang perlu mendapat perhatian bersama tidak hanya berkaitan dengan mangrove, tetapi juga pengelolaan sampah di wilayah pesisir.

Pihaknya berharap dukungan dari pemerintah provinsi dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat, dalam mengembangkan upaya penanganan lingkungan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Fina Amalia Purwantini mengatakan metode guludan yang diterapkan merupakan hasil pengembangan dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Metode tersebut, kata dia, dilakukan dengan membuat petak yang dikelilingi pembatas bambu sebagai tempat penanaman bibit mangrove.

"Jadi kita membuat suatu tempat disebut guludan, seperti petak-petak yang dibatasi bambu sebagai penahan," ujarnya.

Menurut dia, pembatas dari bambu dibutuhkan untuk mengurangi risiko bibit mangrove yang telah ditanam terbawa gelombang laut.

Ia menyampaikam, bibit mangrove ditempatkan pada media tanam di dalam petak tersebut sehingga lebih terlindungi dari hempasan ombak selama proses pertumbuhan.

DLH Kota Cirebon untuk sementara baru membuat tiga petak guludan dengan ukuran sekitar 2x4 meter persegi, sebagai tahap awal penerapan metode tersebut.

Fina mengatakan penerapan guludan masih dalam tahap uji coba, sehingga hasilnya akan menjadi bahan evaluasi sebelum metode tersebut dikembangkan lebih luas.

"Ini juga baru percobaan, masih kita coba dan mudah-mudahan berhasil," ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.