gop-crypto.vip

DPR nilai transformasi BUMN di bawah Danantara tunjukkan hasil positif - ANTARA News Bangka Belitung

Jakarta (ANTARA) - Komisi XI DPR RI menilai transformasi BUMN sektor jasa keuangan yang dijalankan Danantara menunjukkan hasil yang positif.

"Kinerja positif Himbara, Pegadaian, dan PNM pada kuartal pertama 2026 menunjukkan transformasi BUMN Himbara dan UMi yang dijalankan Danantara berada pada jalur yang tepat. Yang kita lihat bukan sekadar peningkatan laba, tetapi juga penguatan efisiensi, kualitas pertumbuhan, dan perluasan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Ini adalah indikator penting bahwa transformasi yang dilakukan mampu menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan," kata Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.

Hal itu tercermin dari keuntungan bank anggota Himpunan Bank Negara (Himbara) yang tercatat Rp39,92 triliun pada kuartal I 2026.

Secara rinci, Bank Mandiri mencatat laba bersih Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan kredit mencapai 17,4 persen secara tahunan (yoy).

BRI membukukan laba bersih Rp15,5 triliun pada kuartal I 2026 atau tumbuh 13,7 persen (yoy), didukung penyaluran kredit sebesar Rp1.562 triliun dan Dana Pihak Ketiga (DPK) Rp1.555 triliun.

Kinerja tersebut melanjutkan capaian sepanjang 2025, ketika BRI meraih laba konsolidasian Rp57,13 triliun dan membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun.

Sementara itu, BNI mencatat laba Rp5,66 triliun dengan pertumbuhan kredit 20,1 persen menjadi Rp919,3 triliun. Hingga akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, DPK Rp1.063,92 triliun, dan ekuitas Rp160,99 triliun.

Lalu, BSI membukukan laba Rp2,2 triliun, yang mana capaian ini tumbuh 17,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh peningkatan dana murah, kinerja bisnis emas, dan pertumbuhan digital yang kuat.

Kemudian BTN membukukan keuntungan Rp1,16 triliun dengan pertumbuhan laba tertinggi sebesar 55,84 persen disertai penguatan fungsi intermediasi di sektor perumahan.

Misbakhun menjelaskan, kehadiran Danantara sebagai pengelola investasi dan transformasi BUMN telah mendorong terciptanya sinergi yang lebih kuat antar-entitas Himbara dan UMi.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengelolaan aset negara sekaligus memastikan bahwa setiap BUMN menjalankan mandat pembangunan yang diberikan pemerintah.

Ia memandang keberhasilan BUMN keuangan pada kuartal I 2026 menjadi fondasi untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap arah transformasi BUMN yang sedang dijalankan pemerintah melalui Danantara.

Kinerja ini harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan BUMN. Tujuan akhirnya bukan hanya mencetak keuntungan, tetapi memastikan bahwa setiap rupiah yang dikelola BUMN mampu memberikan manfaat ekonomi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat dan negara, ujarnya.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani menyebut kapitalisasi pasar Himbara mencapai sekitar Rp1.100 triliun, atau mencapai 10 persen dari total nilai pasar modal Indonesia.

Menurut dia, Himbara didorong untuk tidak hanya berfokus sebagai entitas bisnis.

"Perbankan tidak semata-mata mengejar laba, tetapi juga harus dirasakan kehadirannya oleh masyarakat, mulai dari UMKM, komersial, hingga korporasi," jelas Rosan.

Selain itu BUMN UMi, salah satunya Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun mengalami pertumbuhan 87,2 persen dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun.

Akselerasi performa Pegadaian ini juga tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp183,8 triliun, atau meningkat 56 persen dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp117,8 triliun.

Pewarta: Bayu Saputra
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.