DPMK Sorong optimalkan dana desa tepat sasaran - ANTARA News Papua Tengah
Sorong (ANTARA) - Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Sorong, Papua Barat, berupaya memastikan penggunaan dana desa tetap tepat sasaran di tengah efisiensi anggaran yang menyebabkan alokasi dana untuk 227 kampung turun dari Rp171 miliar pada 2025 menjadi Rp98 miliar lebih pada 2026.
Kepala Dinas PMK Kabupaten Sorong, Maklon Wally di Aimas, Selasa, mengatakan upaya tersebut dilakukan melalui monitoring dan evaluasi penggunaan dana desa setiap tahun, terutama untuk memastikan program prioritas pemerintah pusat dan kegiatan yang melibatkan masyarakat dapat berjalan sesuai ketentuan.
"Tahun 2025 total anggaran untuk 227 kampung adalah Rp171 miliar dan untuk tahun ini mengalami penurunan menjadi Rp98 miliar lebih," katanya.
Ia menjelaskan, sebelumnya masing-masing kampung mengelola dana sekitar Rp1 miliar. Namun, pada 2026 terjadi efisiensi anggaran, termasuk penyesuaian dana desa berkaitan dengan Program Koperasi Desa Merah Putih.
Penurunan anggaran tersebut, kata dia, berdampak terhadap kemampuan pemerintah kampung dalam membiayai berbagai program pembangunan, terutama infrastruktur.
"Rata-rata setiap kampung mengalami pengurangan anggaran sekitar Rp300 juta hingga Rp400 juta," ujarnya.
Menurut dia, dengan kondisi itu pemerintah kampung hanya memiliki ruang terbatas untuk membiayai pembangunan infrastruktur.
Bahkan, kata dia, untuk setiap kampung, anggaran yang tersedia hanya mampu membiayai sekitar satu kegiatan infrastruktur karena harus memenuhi sejumlah program prioritas pemerintah pusat.
Meski mengalami efisiensi, program-program prioritas seperti bantuan langsung tunai (BLT), ketahanan pangan, posyandu, dan program lain yang telah ditetapkan pemerintah pusat tetap harus dilaksanakan oleh kepala kampung.
"Saya berharap kepala kampung dapat memanfaatkan anggaran yang tersedia secara efektif sehingga keterbatasan anggaran tidak menghambat upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendorong kampung menjadi lebih maju serta berkembang," harapnya.
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.