DPKP Kotim bekali warga binaan Lapas Sampit keterampilan usaha
DPKP Kotim bekali warga binaan Lapas Sampit keterampilan usaha
Minggu, 18 Oktober 2026 14:16 WIB
Pelatihan budi daya ayam petelur bagi warga binaan Lapas KelasnIIB Sampit yang digelar Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur pada 12-14 Oktober 2026. ANTARA/HO-DPKP Kotim
Sampit (ANTARA) - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menunjukkan dukungannya terhadap pembinaan bagi warga binaan Lapas Kelas IIB Sampit, salah satunya dengan memberi pelatihan keterampilan usaha di bidang pertanian dan peternakan.
"Melalui kerja sama ini, diharapkan warga binaan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di bidang peternakan sebagai bekal untuk membangun kemandirian, mengembangkan potensi diri, serta mempersiapkan diri untuk kembali berkontribusi di tengah masyarakat," kata Kepala DPKP Kotawaringin Timur, Yephi Hartady Periyanto di Sampit, Minggu.
Yephi menegaskan, pihaknya terus berupaya membantu masyarakat meningkatkan perekonomian, khususnya melalui bidang pertanian dan peternakan. Tidak terkecuali warga binaan Lapas Sampit, mereka juga berhak mendapatkan dukungan dalam pengembangan keterampilan kerja.
Melalui keterampilan yang didapat, warga binaan diharapkan dapat memulai kehidupan baru setelah bebas nantinya. Bekal keterampilan tersebut juga diharapkan dapat membuat warga binaan nantinya bisa mandiri secara ekonomi sehingga hidup lebih baik dari keadaan sebelumnya.
Pekan tadi DPKP Kotawaringin Timur bersama Lapas Kelas IIB Sampit kegiatan pelatihan budi daya ayam petelur bagi warga binaan. Kegiatan yang dilaksanakan pada 12-14 Oktober 2026 ini bahkan dikuatkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara kedua instansi sebagai wujud keseriusan bersama dalam membantu peningkatan sumber daya manusia warga binaan Lapas setempat.
Kegiatan pelatihan dilaksanakan secara daring bersama lapas di wilayah Kalimantan Tengah dan secara luring di Lapas Kelas IIB Sampit. Sebanyak 16 warga binaan yang telah melalui proses seleksi mengikuti kegiatan ini untuk mendapatkan pembekalan materi serta praktik langsung mengenai budidaya ayam petelur.
"Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Kotawaringin Timur berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan kerja sama yang bermanfaat bagi masyarakat," demikian Yephi.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani menyampaikan terima kasih dan apresiasinya atas kerja sama ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu warga binaan untuk membuka usaha setelah bebas nantinya.
"Pelatihan ini bukan sekadar pengisian waktu, melainkan bekal keterampilan nyata bagi para warga binaan agar siap mandiri dan berdaya guna saat kembali ke tengah masyarakat kelak," harap Yani.
Sementara itu, kegiatan ini disambut antusias para warga binaan yang terpilih menjadi peserta. Mereka tampak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian agenda penutup ini.
Setelah sebelumnya dibekali dengan teori serta konsep dasar peternakan, hari ketiga menjadi ajang pembuktian atas pemahaman dan keterampilan yang telah dipelajari.
Sesi pertama diawali dengan pelaksanaan post-test untuk mengukur sejauh mana peningkatan pengetahuan teoritis para peserta selama mengikuti pelatihan.
Tidak hanya itu, tim instruktur dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan KotawaringinTimur juga melakukan penilaian hasil keterampilan secara menyeluruh. Penilaian ini mencakup penguasaan teknik-teknik krusial dalam pemeliharaan ayam petelur, mulai dari pemahaman manajemen pakan, pencegahan penyakit, hingga perawatan harian yang efektif.
Kemeriahan dan dinamika pelatihan semakin terasa saat memasuki sesi praktik perakitan kandang ayam petelur. Melalui bimbingan langsung para ahli, para warga binaan bahu-membahu merakit konstruksi kandang yang ergonomis, bersih, dan sesuai dengan standar teknis budi daya.
"Praktik lapangan ini bertujuan agar para peserta tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga memiliki keterampilan teknis nyata dalam menyiapkan sarana dan prasarana peternakan yang mandiri," demikian Yani.
Baca juga: Sudah bekukan 26 izin, Menhut juga soroti perusahaan di Kalteng
Baca juga: Setahun berjalan Sekolah Rakyat Kotim cetak generasi berkualitas
Baca juga: Menhut tinjau karhutla di Kotim, tegaskan pemerintah tidak lepas tangan
Pewarta : Norjani
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.