DPKH Kaltim dampingi peternak manfaatkan limbah dapur sebagai pakan - ANTARA News Kalimantan Timur
Samarinda (ANTARA) - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Provinsi Kalimantan Timur terus mendampingi warga yang beternak mencapai kemandirian pangan melalui pemanfaatan limbah dapur sebagai pakan ternak.
"Langkah pemanfaatan sisa makanan rumah tangga ini merupakan perwujudan nyata dari konsep ekonomi sirkuler yang ramah lingkungan," ujar Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno di Samarinda, Kamis.
Menurut Arief, konsep urban farming unggas tersebut memang sengaja dirancang khusus agar mudah diaplikasikan oleh setiap keluarga pada areal pekarangan yang sempit.
Seluruh warga langsung yang ingin berkonsultasi mengenai urban farming diberikan pendampingan teknis berkelanjutan dalam memelihara sedikitnya 24 ekor ayam petelur menggunakan kandang yang tidak menimbulkan masalah lingkungan.
"Melalui tingkat produktivitas unggas yang mencapai 80 persen, setiap peternak mandiri diyakini mampu memanen hingga delapan belas butir telur segar setiap harinya," tambahnya.
Kebutuhan asupan nutrisi pakan unggas tersebut dapat diselesaikan dengan mudah melalui metode pencampuran sisa makanan dapur harian serta limbah sayuran pasar.
Lanjut Arief, penggunaan racikan pakan alternatif berbahan dasar limbah organik ini terbukti drastis mampu menekan tingginya biaya beban produksi peternak skala rumahan.
"Siklus pemeliharaan unggas ini tidak hanya mencegah penumpukan sampah organik harian tetapi juga sangat efektif memotong pengeluaran belanja bahan pokok warga," paparnya.
Selain menghasilkan persediaan telur segar padat gizi, limbah kotoran dari hewan ternak itu turut diolah secara mandiri menjadi pupuk organik.
Pupuk cair maupun padat hasil olahan kotoran hewani tersebut lantas langsung digunakan warga setempat untuk menyuburkan beragam tanaman sayuran pekarangan.
"Konsep peternakan skala rumah tangga yang terintegrasi ini menjadi solusi cerdas dalam memelihara stabilitas pasokan gizi harian seluruh warga," tegas Arief.
Edukasi mengenai kemudahan tata cara pengolahan limbah sisa dapur menjadi pakan ternak ini terus rutin digencarkan oleh tenaga penyuluh ke pelosok pedesaan.
Keterlibatan peran aktif kelompok ibu rumah tangga guna memilah sampah organik senantiasa menjadi pilar utama bagi terwujudnya kemandirian protein hewani daerah.
"Kami menaruh harapan besar inisiatif swadaya masyarakat ini kelak mampu mencukupi kebutuhan gizi penduduk lokal sekaligus menyokong pangan kawasan Nusantara," paparnya.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.