gop-crypto.vip

Donggala fasilitasi warga desa bekerja di Jepang untuk tekan pengangguran

Donggala fasilitasi warga desa bekerja di Jepang untuk tekan pengangguran

Rabu, 9 September 2026 12:10 WIB

Image Print

ILUSTRASI - Sejumlah warga mengikuti pelajaran bahasa Jepang di Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Hadetama, Jati Asih, Bekasi. ANTARA FOTO/Fauzan

Kabupaten Donggala (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan fasilitas masyarakat untuk bisa bekerja di luar negeri seperti Jepang guna memperluas lapangan kerja dan menekan angka pengangguran di daerah tersebut.

"Jadi, ini salah satu upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kapasitas masyarakat dalam rangka perluasan kesempatan kerja, terutama untuk bekerja di luar negeri. Targetnya kalau bisa satu desa satu anak, satu pekerja migran," kata Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Donggala Moh Ilham Yunus di Banawa, Rabu.

Ia menuturkan pentingnya masyarakat diberikan pelatihan dan pembekalan keterampilan formal bagi calon pekerja migran Indonesia (PMI).

Menurut dia, penekanan pelatihan tidak hanya pada penguasaan bahasa, tetapi juga pemahaman budaya dan etika kerja di Jepang.

"Tenaga kerja yang dibutuhkan di Jepang harus memiliki kedisiplinan, tanggung jawab, serta kemampuan bekerja dalam tim. Tentunya bekerja di luar negeri bukan hal yang mudah, sehingga semua harus dibekali bahasa dan budaya agar mampu beradaptasi serta menjaga martabat bangsa," ujarnya.

Ia mengemukakan pelatihan bahasa dan budaya Jepang saat ini diikuti sebanyak 20 warga pada angkatan kedua.

"Pelatihan tahap pertama ada 13 orang dan sedang dalam tahap persiapan keberangkatan, sementara pelatihan budaya kali ini dilaksanakan selama 96 hari di Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Palu," ucapnya.

Ilham menyebutkan ke depan masyarakat peserta pelatihan tahap kedua akan menjalani evaluasi akhir sebelum masuk ke tahap kontrak kerja.

Diketahui angka pengangguran terbuka di Kabupaten Donggala pada tahun 2025 mencapai 4.400 orang.

Pewarta : Moh Salam
Editor: Muhammad Zulfikar
COPYRIGHT © ANTARA 2026