gop-crypto.vip

Doakan keluarga korban, Gubernur Maluku sampaikan belasungkawa bagi korban gempa NTT - ANTARA News Ambon, Maluku

Ambon (ANTARA) - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menyampaikan belasungkawa dan keprihatinan mendalam atas korban gempa bumi yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 15 Agustus 2026.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Maluku, kami turut mengucapkan belasungkawa dan berduka atas korban gempa bumi yang terjadi di Nusa Tenggara Timur,” kata Lewerissa seusai memimpin Upacara Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Ambon, Senin.

Ia mendoakan keluarga korban dan masyarakat NTT yang terdampak bencana diberikan kekuatan serta ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

Lewerissa meyakini masyarakat NTT memiliki ketangguhan untuk menghadapi dampak bencana dan bangkit melalui masa sulit tersebut.

“Kami percaya rakyat NTT adalah rakyat yang tangguh, rakyat pejuang. Mereka pasti bisa melewati situasi ini dengan baik. Doa kami bersama para korban dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8) sekitar pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan gempa dangkal dengan kedalaman 15 kilometer tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust atau sesar naik yang menyebabkan guncangan kuat dan berpotensi memicu tsunami.

Hasil pemutakhiran parameter BMKG menunjukkan episenter gempa berada di laut pada koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur atau sekitar 30 kilometer arah timur laut Nagekeo, NTT.

BMKG kemudian mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB setelah tidak lagi mendeteksi kenaikan muka air laut yang signifikan dan membahayakan masyarakat di sepanjang pesisir terdampak.

Meski demikian, stasiun pemantauan BMKG mencatat gelombang tsunami tiba di sejumlah wilayah pesisir. Gelombang tertinggi tercatat di Maurole, Kabupaten Ende, dengan ketinggian 0,94 meter pada pukul 05.27 WIB.

Gelombang tsunami juga tercatat di Sikka setinggi 0,20 meter, Pelabuhan Kewapante-Sikka 0,38 meter, Flores Timur 0,25 meter, Labuan Bajo 0,36 meter, Dompu 0,17 meter, Bakalang-Alor 0,14 meter, Baubau 0,30 meter, Bulukumba 0,54 meter, dan Kolaka 0,23 meter.

Guncangan gempa dirasakan masyarakat dengan intensitas berbeda. BMKG mencatat intensitas V MMI yang dapat membangunkan banyak orang dari tidur dan dirasakan hampir seluruh penduduk terjadi di Kota Ende, Borong, dan Ruteng.

Sementara intensitas VI MMI yang dapat mengejutkan seluruh penduduk hingga membuat mereka berlari keluar rumah dirasakan di Wolowae, Kabupaten Nagekeo, dan Kota Bajawa.

Berkaitan dengan hal itu Lewerissa berharap seluruh masyarakat yang terdampak bencana mendapat perlindungan dan kemudahan dalam proses penanganan serta pemulihan pascabencana.

Menurut dia, musibah yang terjadi di NTT juga menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas dan kepedulian antardaerah dalam menghadapi bencana.

“Semoga seluruh masyarakat yang terdampak diberikan kekuatan dan perlindungan, serta proses pemulihan dapat berjalan dengan baik,” katanya.

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gubernur Maluku sampaikan belasungkawa bagi korban gempa NTT

Pewarta: Ode Dedy Lion Abdul Azis
Editor : Daniel

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.