DLHK Kalbar tingkatkan kapasitas KPH guna antisipasi ancaman karhutla - ANTARA News Kalimantan Barat
Pontianak (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Kalimantan Barat menyerahkan 20 mesin pemadam api kepada enam Kesatuan Pengelola Hutan (KPH) untuk memperkuat pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Penyerahan bantuan peralatan ini adalah wujud konkret penguatan kapasitas di tingkat tapak guna mencegah dan menanggulangi karhutla yang secara langsung akan memitigasi pelepasan emisi karbon," kata Kepala DLHK Kalimantan Barat (Kalbar) Adi Yani usai penyerahan bantuan di Pontianak, Selasa.
Adi Yani mengatakan bantuan tersebut merupakan penguatan kapasitas di tingkat tapak agar penanganan karhutla semakin cepat, sekaligus mendukung upaya mitigasi perubahan iklim melalui pengurangan emisi karbon.
Enam UPT KPH yang menerima bantuan tersebut meliputi KPH Bengkayang, Kayong, Landak, Mempawah, Sambas, dan Sekadau. Peralatan itu selanjutnya dapat dimanfaatkan oleh kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA) binaan masing-masing KPH untuk penanganan karhutla di desa-desa rawan.
Adi Yani meminta kepala KPH dan operator pompa memastikan peralatan dirawat dengan baik, sehingga selalu dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi kebakaran.
Menurut dia, kesiapsiagaan peralatan menjadi faktor penting dalam mempercepat respons pemadaman, terutama saat musim kemarau ketika risiko kebakaran meningkat.
Adi Yani mengingatkan karhutla tidak hanya mengakibatkan kerusakan kawasan hutan, tetapi juga meningkatkan emisi karbon akibat deforestasi dan degradasi lahan.
Ia menuturkan pengalaman menghadapi karhutla besar pada 1997 menjadi pelajaran penting bagi pemerintah untuk memperkuat kapasitas pemadaman, meningkatkan kemampuan personel, serta memperketat penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.
Program pengadaan peralatan tersebut merupakan bagian dari kegiatan penguatan aksi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim di Kalbar yang didanai melalui skema Results-Based Payment REDD+ Green Climate Fund (GCF), dengan pengelolaan dana oleh Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) dan penyaluran melalui Bentang Kalimantan Tangguh (BKT).
Mewakili Direktur Bentang Kalimantan Tangguh, Khairuddin Zacky mengatakan bantuan mesin pemadam api menjadi langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan petugas di tingkat lapangan sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan karhutla.
Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem DLHK Kalbar Hairil Anwar mengatakan keberhasilan Kalbar menekan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan menjadi dasar diperolehnya dukungan pendanaan untuk memperkuat program mitigasi perubahan iklim, termasuk pengadaan peralatan pemadam kebakaran.
Pewarta: Rendra Oxtora
Uploader : Admin Antarakalbar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.