gop-crypto.vip

DLH Ponorogo perkuat bank sampah kurangi beban TPA - ANTARA News Jawa Timur

Ponorogo, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo, Jawa Timur memperkuat pengelolaan sampah dari tingkat hulu melalui optimalisasi bank sampah untuk mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA Mrican.

Kabid Pengelolaan Sampah dan Pertamanan DLH Ponorogo Adhi Fahrianto, Senin, mengatakan, pihaknya mengaktifkan kembali bank sampah yang kurang aktif sekaligus mendorong pembentukan bank sampah baru di sejumlah desa dan lingkungan masyarakat.

"Saat ini kami terus mengoptimalkan bank sampah yang sudah ada, termasuk mengaktifkan kembali yang kurang aktif dan membentuk bank sampah baru di sejumlah desa. Ini menjadi salah satu upaya menangani sampah dari sisi hulu," ujarnya di Ponorogo.

Saat ini terdapat sekitar 141 bank sampah yang tersebar di berbagai wilayah Ponorogo.

Pengelolaan bank sampah juga mulai diterapkan di lingkungan organisasi perangkat daerah (OPD).

Dari 56 OPD di lingkungan Pemkab Ponorogo, sebanyak 45 OPD telah melaporkan kepada DLH bahwa mereka memiliki bank sampah.

Adhi mengatakan keberadaan bank sampah turut mengurangi sampah yang masuk ke TPA Mrican.

Berdasarkan perhitungan DLH, pengurangan sampah melalui bank sampah mencapai sekitar 3 hingga 4 persen.

Namun, pengelolaan melalui bank sampah saat ini masih didominasi sampah anorganik, terutama plastik. Sementara sampah organik membutuhkan metode pengolahan tersendiri.

"Bank sampah ini lebih banyak menangani sampah anorganik, terutama sampah plastik. Sementara untuk sampah organik masih membutuhkan metode pengelolaan lainnya," katanya.

Di sisi hilir, DLH Ponorogo juga mendorong perubahan sistem pengelolaan TPA dari pola open dumping menuju sanitary landfill untuk memperbaiki pengelolaan sampah secara bertahap.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menangani persoalan sampah sembari menunggu kepastian pembangunan fasilitas pengganti TPA Mrican.

Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.