gop-crypto.vip

DLH Cianjur menormalisasi saluran air dari sampah cegah banjir - ANTARA News Jawa Barat

Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melakukan normalisasi saluran air dan sungai di wilayah perkotaan dari sampah yang dapat menyumbat aliran air sehingga menyebabkan bencana alam terutama banjir saat musim hujan.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah Limbah dan Limbah B3 DLH Cianjur Wandi di Cianjur, Selasa, mengatakan seiring masuknya musim penghujan meski belum merata, pihaknya meminta masyarakat melakukan aksi gotong royong membersihkan lingkungan tempat tinggal dari sampah.

Pasalnya banjir yang sempat mengenangi jalur protokol beberapa hari lalu meski hujan tidak turun deras karena tumpukan sampah yang menyumbat saluran air dan sungai selama musim kemarau.

"Banjir yang menggenangi Jalan Mangunsarkoro disebabkan hujan deras yang terjadi di hulu sungai serta akibat sampah yang menumpuk selama musim kemarau terbawa ke saluran air dan sungai, sehingga air meluap setinggi 30 centimeter," katanya.

Pihaknya berkoordinasi dengan dinas terkait seperti Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disperkim) Cianjur, Dinas PUTR Cianjur, Satpol PP dan Damkar guna melakukan penanganan cepat termasuk melakukan normalisasi saluran air dan sungai yang mengalami pendangkalan.

Setelah dilakukan penanganan dan penggunaan pompa air selama empat jam akhirnya air yang membanjiri jalan di pusat kota Cianjur kembali surut, sehingga tidak sampai membanjiri pertokoan dan perkampungan warga.

Petugas kebersihan dari DLH Cianjur langsung membersihkan sampah yang menyumbat atau menutupi saluran gorong-gorong dan saluran air serta sungai, dimana sekitar 1 ton sampah didominasi sampah plastik berhasil diangkut petugas.

"Agar hal serupa tidak kembali terjadi, selain normalisasi dilakukan dinas terkait, kami meminta masyarakat tidak membuang sampah sembarangan apalagi ke saluran air dan sungai karena akan memicu terjadinya banjir," katanya.

Memasuki musim penghujan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk desa, kelurahan, dan kecamatan untuk berkolaborasi mengantisipasi terjadinya bencana alam akibat tumpukan sampah, salah satunya melalui gotong-royong rutin setiap pekan.

"Kami juga mengimbau masyarakat, supaya tidak membuang sampah sembarangan, apalagi ke aliran sungai yang bisa menyebabkan banjir," katanya.

Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.