gop-crypto.vip

DLH Bangka berhasil turunkan volume hingga 20 persen di TPA - ANTARA News Bangka Belitung

Sungailiat (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Berhasil menurunkan volume sampah yang dibuang ke tempat pemrosesan akhir (TPA) hingga 20 persen.

"Kami berhasil menurunkan volume sampah hingga 20 persen atau 46,4 ton dari sebelumnya sebanyak 58 ton," kata Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bangka, Feggy Vera Lusianti di Sungailiat, Kamis.

Volume sampah harian yang berhasil diturunkan kata dia, karena optimalisasi pemberdayaan layanan bank sampah di masyarakat serta mulai terbangun kesadaran masyarakat melakukan pemilahan sampah dari sumbernya.  

"Volume sampah terus mengalami penurunan bahkan sebelumnya pada hari biasa pernah mencapai 60 ton sampah setiap hari, kemudian turun menjadi 58 ton dan sekarang berkurang menjadi 46,4 ton per hari, volume sampah itu diharapkan terus menurun," kata dia.

Menurut dia, selain bank sampah yang dikelola kelompok masyarakat, DLH Bangka menyediakan bank sampah untuk menerima pembelian sampah non organik dari masyarakat dengan harga sesuai yang ditetapkan dalam peraturan daerah.

"Kami terus berupaya melakukan penurunan sampah dengan memperkuat peran masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan," kata dia.

Bahkan kata Feggy membangun kesadaran masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dilakukan dengan sejak dini dengan memberikan edukasi langsung ke peserta didik di lembaga pendidikan.

"Siswa di sekolah tidak hanya diajarkan memilah sampah organik dan non organik, namun diajak praktek langsung membersihkan sampah di area umum," ujar dia.

Feggy mengingatkan seluruh masyarakat supaya membuang sampah di tempat yang sudah disediakan guna memudahkan petugas kebersihan mengangkut ke TPA.

Pewarta: Kasmono
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.