DKP Papua Tengah optimalkan PPI Waharia Nabire dengan perbaikan fasilitas - ANTARA News Papua Tengah
Nabire (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Papua Tengah membenahi fasilitas Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia, Kabupaten Nabire, untuk mengoptimalkan layanan pelabuhan dan mendukung aktivitas nelayan.
Kepala DKP Papua Tengah Carlos Matuan di Nabire, Kamis, mengatakan pembenahan tersebut merupakan bagian dari program prioritas Gubernur Papua Tengah untuk mengoptimalkan pelabuhan perikanan yang telah tersedia.
“Kita sudah mulai membenahi ini. Salah satu program prioritas gubernur adalah optimalisasi uang penyimpanan dingin di PPI Waharia,” katanya.
Ia mengatakan, salah satu fasilitas yang dibenahi adalah uang penyimpanan dingin yang sebelumnya lama tidak beroperasi setelah terjadi perubahan kewenangan pengelolaan sektor kelautan dan perikanan.
Setelah terbentuknya Provinsi Papua Tengah, pengelolaan PPI Waharia diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah. DKP kemudian mulai melakukan pembenahan terhadap fasilitas teknis yang tersedia.
Menurutnya, PPI Waharia memiliki tiga unit uang penyimpanan dingin dengan kapasitas masing-masing 20 ton sehingga total daya tampung mencapai 60 ton.
Saat ini dua unit uang penyimpanan dingin telah selesai diperbaiki dan sedang dalam tahap uji coba. DKP juga melakukan perbaikan serta uji coba fasilitas ice plant untuk mendukung kebutuhan penyimpanan dan penanganan hasil tangkapan.
Ia mengatakan pembenahan fasilitas tersebut diharapkan membuat PPI Waharia dapat kembali dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan nelayan dan pengelolaan hasil perikanan.
Selain fasilitas penyimpanan, DKP Papua Tengah juga menyiapkan perencanaan pembangunan fisik PPI Waharia, termasuk pembangunan dermaga.
“Tahun ini kita lakukan studi dulu. Mudah-mudahan tahun depan pembangunan fisiknya bisa dilaksanakan,” ujarnya.
Menurutnya, pembangunan dermaga perlu menyesuaikan kondisi gelombang di sekitar PPI Waharia. Dermaga yang terlalu pendek dapat menyulitkan nelayan saat mendaratkan hasil tangkapan karena kapal masih terpengaruh gelombang.
Ia mengatakan desain dermaga perlu dimajukan ke arah laut agar aktivitas pendaratan ikan dapat berlangsung lebih aman dan mendukung operasional pelabuhan.
Papua Tengah memiliki produksi perikanan tangkap sebanyak 26.116 ton pada 2026 yang berasal dari wilayah laut dan perairan umum daratan.
Produksi perikanan laut berasal dari wilayah Nabire dan Mimika yang berada dalam dua Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 717 di bagian utara dan WPP 718 di bagian selatan.
Pewarta: Ali Nur Ichsan
Editor : Evarianus Supar
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.