gop-crypto.vip

DK PBB gelar jajak pendapat informal keenam terkait calon sekjen

PBB (ANTARA) - Dewan Keamanan PBB pada Jumat (16/10) menggelar pemungutan suara pendahuluan keenam terkait para kandidat yang bersaing untuk menjadi sekretaris jenderal PBB berikutnya.

"Putaran keenam jajak pendapat informal telah berlangsung," kata Aglaia Balta, perwakilan tetap Yunani untuk PBB, yang negaranya memegang jabatan presidensi bergilir Dewan Keamanan untuk bulan Oktober.

Setiap calon akan diberi tahu mengenai hasil jajak pendapat ini melalui perwakilan tetap negara-negara anggota yang mencalonkannya.

"Presiden Majelis Umum PBB juga akan diberi tahu bahwa jajak pendapat tersebut telah dilaksanakan," kata Balta kepada awak media usai pemungutan suara rahasia tersebut.

Jajak pendapat informal Dewan Keamanan mengenai calon sekjen merupakan pemungutan suara informal yang dilakukan secara tertutup untuk menentukan kelayakan para calon. Hasilnya tidak diumumkan secara resmi.

Melalui jajak pendapat tersebut, Dewan Keamanan memilih seorang calon untuk direkomendasikan kepada Majelis Umum guna ditunjuk sebagai sekjen PBB berikutnya.

Anggota Dewan Keamanan diyakini menerima satu surat suara per calon, yang berisi nama calon diikuti oleh tiga opsi, yaitu "mendukung", "tidak mendukung", dan "tidak menyatakan pendapat".

Untuk mendapatkan rekomendasi Dewan Keamanan, seorang calon harus memperoleh setidaknya sembilan suara "mendukung" dan tidak ada suara "tidak mendukung" dari kelima anggota tetap Dewan Keamanan.

Terdapat tujuh calon yang masih bersaing, yakni mantan menteri dan diplomat Ekuador Ivonne A-Baki, mantan presiden Majelis Umum PBB serta mantan menteri luar negeri dan menteri pertahanan Ekuador Maria Fernanda Espinosa, Rafael Grossi dari Argentina, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional (IAEA) saat ini;

Mantan wakil presiden Kosta Rika dan sekjen Konferensi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) saat ini Rebeca Grynspan.

Olara Otunnu dari Uganda yang merupakan mantan under-secretary-general PBB; Carolyn Rodrigues-Birkett perwakilan tetap Guyana untuk PBB; dan mantan presiden Senegal Macky Sall.

Masa jabatan sekjen PBB saat ini, Antonio Guterres, akan berakhir pada akhir tahun ini. Penggantinya dijadwalkan mulai menjabat pada 1 Januari 2027.

Pewarta: Xinhua
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.