gop-crypto.vip

Dituding Pansos dari Kasus Ruben Onsu, Artos: Kalo Gak Bersuara, Berapa Banyak Nanti Korbannya?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:04 WIB

Jakarta, VIVA – Artos alias AO membantah anggapan bahwa dirinya sengaja mencari popularitas dengan ikut menyoroti persoalan yang menyeret nama Ruben Onsu. Ia menegaskan, keberaniannya berbicara ke publik bukan semata-mata untuk mendapatkan perhatian, melainkan karena mengkhawatirkan kemungkinan munculnya korban lain jika persoalan tersebut tidak diungkap.

Baca Juga

Dalam sebuah pernyataan yang beredar di media sosial, Artos mempertanyakan dampak yang mungkin terjadi apabila dirinya memilih diam. Ia menyinggung risiko yang menurut pandangannya dapat dialami perempuan maupun laki-laki jika dugaan perilaku yang diceritakannya tidak mendapat perhatian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Artos juga membantah memperoleh keuntungan popularitas dari polemik tersebut. Menurutnya, jumlah pengikut di media sosial tidak mengalami peningkatan berarti meskipun namanya ikut terseret dalam pemberitaan mengenai Ruben.

Baca Juga

Artos menegaskan dirinya tidak menerima anggapan bahwa ia memanfaatkan persoalan Ruben untuk mendongkrak popularitas. Ia bahkan menyinggung jumlah pengikut media sosialnya sebagai alasan untuk membantah tudingan tersebut. Ia juga mengaku menolak semua podcast yang sempat mengundangnya. 

"Enggak ku terima satu pun gak ada yang ku ambil (podcast). Pansos? Dari dulu followersku segini-segini aja 1,1 juta enggak ada nambah pansos dari mana? Kecuali jadi 5 juta baru pansos,” kata Artos yang dikutip dari YouTube pada Sabtu (17/10/26). 

Baca Juga

Ia juga mengaku memahami bahwa memilih tidak ikut campur sebenarnya bisa membuat kehidupannya lebih tenang. Namun, menurutnya, ada pertimbangan lain yang membuat dirinya memutuskan untuk bersuara.

Artos menyebut bahwa diamnya seseorang dalam menghadapi persoalan yang dianggap serius berpotensi membuat kejadian serupa terulang. Ia pun mempertanyakan berapa banyak orang yang mungkin terdampak jika tidak ada pihak yang berani menyampaikan pandangannya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tapi coba pikirkan kalau aku enggak bersuara. Berapa banyak nanti perempuan yang jadi korban? Berapa banyak perempuan nanti yang dibodoh-bodohin? Berapa banyak laki-laki nanti yang di predatorin? Berapa banyak laki-laki yang diincer-incerin? Yang mereka lurus dibelok-belokin,” ungkap Artos. 

Lebih jauh, Artos berharap polemik yang sedang menjadi perhatian publik dapat membuat orang tua lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan anak-anak mereka. Ia juga menyinggung pentingnya kehati-hatian dalam memilih pasangan.

Halaman Selanjutnya

"Mungkin aku juga brengsek, mungkin aku juga kotor, mungkin aku juga banyaklah kekurangan. Tapi dengan adanya kejadian ini, semoga orang tua-orang tua di luar sana lebih aware terhadap lingkungannya, terhadap sekelilingnya. Buat mereka yang punya anak perempuan atau buat mereka perempuan lebih hati-hati dalam memilih pasangan,” ungkapnya lagi.