gop-crypto.vip

Distribusi Pupuk Lewat Kereta Capai 10.050 Ton di Semester I 2026

Lukman Nur Hakim Akurat.co

| 17 Juli 2026, 16:20 WIB

Distribusi Pupuk Lewat Kereta Capai 10.050 Ton di Semester I 2026

Distribusi pupuk menggunakan kereta api mencapai 10.050 ton pada Semester I 2026. KAI menyatakan siap mendukung pengiriman logistik dalam jumlah besar.

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani pengiriman pupuk sebanyak 10.050 ton sepanjang Januari hingga Juni 2026 atau selama semester I-2026.

Catatan kinerja KAI menunjukkan kereta api telah melayani 24.180 ton pupuk pada 2024 dan 21.060 ton pada 2025. Data tersebut memperlihatkan bahwa layanan berbasis rel telah digunakan dalam penyaluran pupuk selama beberapa tahun terakhir.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, kereta api dapat menjadi bagian dari pengaturan distribusi pupuk yang melibatkan berbagai moda transportasi dan pihak terkait.

Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur

“Kereta api memiliki kapasitas untuk melayani pengiriman dalam jumlah besar dengan jadwal perjalanan yang teratur. Layanan ini dapat melengkapi penyaluran yang sudah berjalan, sesuai kebutuhan pelanggan dan kesiapan penerimaan barang di setiap daerah,” kata Anne, Jumat (17/7/2026).

Pengiriman pupuk menjadi bagian dari layanan barang nonbatu bara KAI. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 5.963.948 ton barang nonbatu bara, yang mencakup peti kemas, bahan bakar minyak, semen dan klinker, hasil perkebunan, barang ritel, pupuk, serta komoditas lainnya.

Kapasitas layanan barang tersebut membuka ruang kerja sama yang lebih luas bersama Kementerian Pertanian, produsen pupuk, pemerintah daerah, perusahaan logistik, dan pihak terkait lainnya.

Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan lokasi produksi, jaringan rel, terminal barang, tempat penyimpanan, serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Menurut Anne, pembahasan bersama para pihak dibutuhkan untuk menentukan pola pengiriman yang paling sesuai. Pengaturan meliputi jumlah barang, jadwal perjalanan, lokasi pemuatan, kesiapan terminal, hingga penerimaan pupuk di daerah tujuan.

Baca Juga: Penumpang KA Lokal KAI Tembus 4,67 Juta di Semester I-2026, Naik 13,6 Persen

“Kelancaran penyaluran pupuk merupakan hasil kerja bersama. KAI siap menjadi bagian dari kerja tersebut melalui layanan barang yang aman, terjadwal, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan pengiriman,” ujar Anne.