Disprinkop UKM Mataram latih puluhan perajin kayu buat kerajinan cukli
Pesertanya ada 30 orang mewakili kelurahan di enam kecamatan se-Kota Mataram.
Mataram (ANTARA) - Dinas Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, memberikan pelatihan pembuatan kerajinan cukli kepada 30 perajin kayu guna mendorong kemandirian wirausaha dan meningkatkan kualitas produk lokal.
Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disprinkop UKM) Kota Mataram Jemmy Nelwan di Mataram, Rabu, mengatakan pelatihan dimulai Rabu dan berlangsung selama lima hari diikuti para perajin kayu perwakilan dari berbagai kelurahan di Kota Mataram.
Cukli merupakan salah satu produk kerajinan kayu khas Kota Mataram di Kawasan Rungkang Jangkuk, Sayang-Sayang, Kota Mataram, dengan ciri khas kayu yang pahat dengan menggunakan potongan-potongan kulit kerang mutiara.
Para peserta, katanya, merupakan para perajin kayu yang berbakat dan fokus pada bidang perkayuan dan selama ini sebagian besar masih bekerja pada pemilik usaha mebel besar.
Melalui pelatihan ini, pihaknya berupaya membekali para perajin dengan keahlian khusus serta bantuan peralatan agar mereka mampu membuka usaha mandiri.
Selama pelatihan, peserta diajarkan teknik melubangi kayu serta menempelkan potongan kerang hias pada media mebel, seperti kursi, meja, kotak tisu, bingkai cermen, dan lainnya, agar memiliki nilai estetika dan kualitas unggul.
"Pelatih berasal dari Rungkang Jangkuk, atau wilayah yang menjadi pusat kerajinan cukli. Kami berharap peserta tidak hanya sekadar bisa, tetapi mampu menghasilkan produk yang siap bersaing di pasaran," katanya.
Selain membekali keterampilan, setelah pelatihan selesai Disprinkop UKM Kota Mataram juga memberikan bantuan sarana pendukung produksi berupa kompresor cat, mesin amplas, serta alat pahat.
Cukli merupakan salah satu produk kerajinan khas dan ikonik dari Kota Mataram. Produk cukli dari NTB sebelumnya juga telah meraih penghargaan sebagai pameran kayu terbaik pada ajang Kriyanusa yang diselenggarakan Dekranasda di Jakarta.
Karena itu, sebagai langkah keberlanjutan, pihaknya berencana dalam waktu dekat akan mengajak 10 peserta terbaik untuk mengikuti studi banding ke Surakarta (Solo), Jawa Tengah.
"Studi banding tersebut bertujuan untuk memperdalam wawasan desain dan pemanfaatan olahan kayu secara modern," katanya.
Selain pelatihan cukli, tambahnya, Disprinkop dan UKM Mataram secara bertahap juga menggelar berbagai program pemberdayaan UMKM lainnya, termasuk pelatihan sterilisasi dan pengemasan hampa udara atau vacum bagi pelaku usaha kuliner, pelatihan olahan pangan, barista, hingga manajemen keuangan koperasi.
"Kami berharap melalui pelatihan-pelatihan itu, dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, membuang pangsa pasar lebih luas serta menciptakan pelaku usaha yang mandiri," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Sugiharto Purnama
COPYRIGHT © ANTARA 2026