Disperindag Sleman lakukan kajian guna meramaikan kembali pasar rakyat
Disperindag Sleman lakukan kajian guna meramaikan kembali pasar rakyat
Selasa, 22 September 2026 18:12 WIB
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Heronimus Heru Bharanti. (ANTARA/Sutarmi)
Sleman (ANTARA) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan kajian komprehensif guna merumuskan konsep penataan dan strategi meramaikan kembali pasar rakyat di wilayah setempat.
Kepala Bidang Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Tradisional Disperindag Sleman Heronimus Heru Bharanti di Sleman, Selasa, mengatakan langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi kondisi pasar rakyat yang belakangan mulai sepi pengunjung sekaligus mengembalikan fungsi pasar sebagai titik tumpu perekonomian warga.
"Kami akhir-akhir ini akan melakukan kajian dengan menggandeng universitas untuk membuat konsep bagaimana pasar ini supaya lebih tertata dan lebih ramai lagi," kata Heru Bharanti.
Heru mengatakan pelaksanaan kajian tersebut rencananya dimulai pada November mendatang memanfaatkan Anggaran Perubahan APBD (Anggaran Belanja Tambahan/ABT) yang diketok pada Oktober. Dalam pelaksanaannya, Disperindag Sleman menggandeng Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Pada tahap awal, kajian difokuskan di tiga pasar rakyat, yakni Pasar Prambanan, Pasar Godean, dan Pasar Kebon Agung.
Evaluasi menyeluruh terhadap seluruh 32 pasar rakyat di Sleman dilakukan secara bertahap karena keterbatasan anggaran.
"Setahun maksimal tiga pasar karena anggaran terbatas. Nanti kajian meliputi pangsa pasar, sarana prasarana, hingga komoditas unggulan di tiap pasar. Karena kita ketahui masing-masing pasar mempunyai kondisi yang berbeda," katanya.
Ia menambahkan strategi meramaikan setiap pasar akan disesuaikan dengan hasil kajian. Di Pasar Prambanan, misalnya, Disperindag berupaya mengubah pola pikir pengelolanya dengan menghubungkan sektor pariwisata Candi Prambanan dengan potensi pasar setempat.
Salah satu konsep yang dijajaki adalah menggandeng pihak ketiga atau produsen oleh-oleh ternama, seperti Bakpia Pathuk, untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke pasar.
"Dengan begitu, kita harapkan jadi pemicu untuk menarik pengunjung masuk. Nanti komoditas lainnya di area belakang ikut terdongkrak. Produk menengah ke atas ada di depan, sedangkan komoditas menengah ke bawah melengkapi di area pendukung, sehingga saling melengkapi," kata Heru.
Selain itu, kajian tersebut juga akan membahas potensi optimalisasi area rooftop atau atap gedung di Pasar Prambanan dan Pasar Godean.
Heru berharap hasil kajian tersebut dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan strategis bagi Pemkab Sleman untuk menjadikan pasar rakyat sebagai sentra pertumbuhan ekonomi kerakyatan, khususnya di wilayah timur Sleman.
"Di Pasar Prambanan masih ada celah-celah yang bisa kita gali untuk mengoptimalkan potensi yang ada. Diharapkan hasil kajian ini dapat melahirkan langkah yang tepat ke depan," kata Heru.
Pewarta : STR
Editor:
Sutarmi
COPYRIGHT © ANTARA 2026