Dispar Mataram diminta lakukan perawatan destinasi wisata
"Saya minta kepada Kepala Dinas Pariwisata agar semua lokasi ruang publik bisa dirawat meskipun dengan keterbatasan anggaran,"
Mataram (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, diminta melakukan perawatan terhadap sejumlah destinasi wisata dan ruang-ruang publik untuk menjaga kelestarian lingkungan, meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengunjung, serta memperpanjang usia pakai fasilitas publik tersebut.
"Saya minta kepada Kepala Dinas Pariwisata agar semua lokasi ruang publik bisa dirawat meskipun dengan keterbatasan anggaran," kata Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana, di Mataram, Senin.
Hal tersebut disampaikan menyikapi kondisi Taman Loang Baloq yang menjadi salah satu ruang terbuka publik bahkan menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Mataram.
Namun, sayang, kondisinya kini terkesan kurang mendapat perhatian sehingga berbagai fasilitas yang ada di lokasi itu seperti tempat bermain anak, kebun binatang mini, kolam, lapak pedagang kaki lima dan lainnya terkesan diabaikan.
Tapi tidak hanya di Loang Baloq, kata wali kota, perawatan hendaknya juga dilakukan di lokasi lainnya yang merupakan ruang publik yang ada di wilayah Kota Mataram.
"Untuk pemeliharaan ruang publik, harus tetap menjadi prioritas utama," katanya.
Di tengah efisiensi anggaran, kata wali kota, pengadaan event bisa diinisiasi dan dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Langkah itu merupakan salah satu upaya agar ruang publik yang ada bisa tetap ramai pengunjung.
"Sementara kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang menjadi ujung tombak di dinas harus tetap melaksanakan tanggung jawab terhadap kondisi di setiap destinasi," katanya.
Untuk kegiatan tahun depan, wali kota akan melihat kondisi kemampuan Pemerintah Kota Mataram, jika memadai, maka akan mengintervensi kegiatan di ruang publik.
"Kami pastinya tetap akan memberikan dukungan dan intervensi dalam bentuk anggaran," katanya.
Alasannya, katanya, kondisi dan fasilitas di sebuah ruang publik sangat menentukan dan menjadi daya tarik bagi tingkat kunjungan. Hal itu tentu juga berkaitan dengan pendapatan daerah dari retribusi, terutama dari retribusi parkir.
"Jika ruang publik kita tertata dengan baik, rapi, aman, nyaman, dan menarik, masyarakat pasti tertarik dan kunjungan bisa meningkat," katanya.
Baca juga: Dispar Mataram siapkan konsep penataan kawasan wisata di Loang Baloq
Baca juga: Dispar Kota Mataram gerakkan sektor pariwisata melalui inovasi
Baca juga: Dispar Mataram perketat pengawasan pengamen di destinasi wisata
Pewarta : Nirkomala
Editor:
Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026