gop-crypto.vip

Dispar Kulon Progo mendorong peningkatan tata kelola desa wisata

Dispar Kulon Progo mendorong peningkatan tata kelola desa wisata

Minggu, 20 September 2026 19:48 WIB

Image Print

Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman. (ANTARA/HO-Humas Pemkab Kulon Progo)

Kulon Progo (ANTARA) - Dinas Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar ajang Table Top dan Penganugerahan Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW) 2026 untuk memperluas jaringan pemasaran serta mendorong peningkatan kualitas tata kelola desa wisata setempat.

"Desa wisata ini bisa langsung berkontribusi untuk ekonomi masyarakat karena melibatkan banyak orang. Lewat table top ini, kami mempertemukan pengelola dengan pembeli dari Jateng dan DIY agar paket-paket wisata Kulon Progo dapat langsung diakses oleh dunia usaha," kata Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo Sutarman di Kulon Progo, Minggu.

Sesi Table Top merupakan forum bisnis Business-to-Business (B2B) yang mempertemukan 30 pengelola desa wisata serta pelaku pariwisata Kulon Progo sebagai penjual dengan 30 pembeli dari biro perjalanan dan agen travel asal Jawa Tengah dan DIY.

Melalui negosiasi bisnis cepat berbatas waktu, pengelola memaparkan keunggulan paket wisata secara efisien guna mendorong kesepakatan bisnis di tempat.

Pada malam penganugerahan LGPDW 2026, panitia mengumumkan enam Desa Wisata Terbaik Kulon Progo 2026. Predikat Terbaik 1 diraih Desa Wisata Tinalah, disusul Desa Wisata Sidorejo (Terbaik 2), Desa Wisata Widosari (Terbaik 3), Desa Wisata Jatimulyo (Terbaik 4), Desa Wisata Gulurejo (Terbaik 5), dan Desa Wisata Hargotirto (Terbaik 6).

"Evaluasi dan penilaian LGPDW 2026 dilakukan melalui borang khusus yang mencakup aspek administrasi, manajemen, hingga prinsip pariwisata berkelanjutan," kata Sutarman.

Penilaian melibatkan tiga juri ahli, yakni Roswita dari Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI), Agus Kumarajati dari Forum Komunikasi Desa Wisata DIY, serta akademisi STP AMPTA Yogyakarta, Fiandamasdino.

Sekretaris Daerah Kulon Progo Triyono, mengapresiasi kolaborasi bisnis tersebut dan menekankan pentingnya keterlibatan warga lokal serta pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan destinasi.

"Produk wisata yang baik harus dikemas dan dipasarkan dengan baik. Jangan tempatkan masyarakat hanya sebagai penonton, tetapi harus menjadi pelaku dan penerima manfaat agar pariwisata ini memberi dampak ekonomi yang berkelanjutan," kata Triyono.

Sementara itu, Pengelola Desa Wisata Tinalah Panggih Widodo mengapresiasi fasilitasi pemerintah daerah. Ia menilai sesi table top sangat efektif untuk bertransaksi langsung dengan pembeli.

"Ke depan, kami berkomitmen untuk terus berinovasi pada paket edukasi dan atraksi, serta memperkuat pengelolaan lingkungan seperti penataan sampah secara berkelanjutan," kata Panggih.

Pewarta : Sutarmi
Editor: Victorianus Sat Pranyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2026