gop-crypto.vip

Diskominfo dan Dinas ESDM Kaltim bersinergi atasi listrik internet desa - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur bersinergi mengatasi kendala listrik di titik internet perdesaan guna mengoptimalkan pelayanan publik digital.

Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, di Samarinda, Jumat, mengungkapkan bahwa berdasarkan laporan dari para penyedia layanan (vendor), sejumlah titik koordinat internet desa belum didukung oleh jaringan listrik dari PT PLN (Persero).

Kondisi ini membuat operasional perangkat telekomunikasi di wilayah tersebut belum berjalan maksimal.

"Masukan dari teman-teman vendor menunjukkan sebagian titik koordinat memang belum teraliri listrik. Kami berharap Dinas ESDM dan PLN dapat bersinergi memberikan dukungan pasokan daya agar titik layanan internet yang telah ditetapkan bisa beroperasi penuh," ujar Ririn dalam rapat koordinasi di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Dinas ESDM Kaltim, Samarinda.

Selama ini, Diskominfo Kaltim tetap berupaya menghadirkan konektivitas di wilayah blank spot dengan memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif. Mulai dari penggunaan generator set (genset), layanan satelit Starlink, hingga Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).Namun, solusi ini menghadapi kendala durasi operasional.

"Kami tetap memasang jaringan internet meskipun belum ada listrik PLN. Sayangnya, perangkat sering kali harus dimatikan mengikuti jam operasional genset warga yang terbatas. Jika pasokan listrik dari PLN bisa masuk, layanan internet tentu dapat menyala 24 jam dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat," tambah Ririn.

Kepala Dinas ESDM Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan komitmen pemerintah dalam menggenjot pemerataan akses energi melalui Program Listrik Desa (Lisdes).

Berdasarkan hasil sinkronisasi data terbaru antara kedua instansi, dari 23 desa yang belum terpasang layanan internet, tercatat ada 13 desa yang masih berstatus non-PLN.

Skema penanganan untuk 13 desa tersebut meliputi 9 desa sudah masuk dalam anggaran Program Lisdes berjalan, 4 desa masuk dalam perencanaan Program Lisdes tahun berikutnya.

Bambang tidak menampik adanya tantangan berat dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan di lapangan. Tantangan utama mencakup akses jalan yang sulit ditembus kendaraan berat serta proses perizinan yang memakan waktu karena jalur jaringan harus melintasi kawasan hutan.

Sebagai langkah akselerasi, Dinas ESDM Kaltim memproyeksikan sebanyak 44 desa di Benua Etam akan menjadi sasaran prioritas Program Lisdes.

Sementara itu, 9 desa yang dijadwalkan segera memperoleh pembangunan jaringan listrik dalam waktu dekat adalah Kampung Long Duhung, Kampung Pulau Miang, Kampung Tanjung Pagar, Kampung Ujoh Halang, Kampung Betung, Kampung Dasaq, Kampung Muara Geloan, Kqmpung Penawang dab Kampung Kelompok Baru.

Melalui rapat koordinasi ini, Diskominfo dan Dinas ESDM Kaltim berkomitmen untuk menyelaraskan peta jalan pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan.

Integrasi ini diharapkan menjadi kunci utama dalam mengikis kesenjangan digital sekaligus mempercepat transformasi pelayanan publik hingga ke pelosok Kalimantan Timur.

Pewarta: Arumanto
Editor : Rahmad

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.