Dishub Natuna: Kapal Ro-Ro dihadirkan untuk distribusi barang di perbatasan
Dishub Natuna: Kapal Ro-Ro dihadirkan untuk distribusi barang di perbatasan
Selasa, 28 Juli 2026 15:56 WIB
KMP BN 03 saat sandar di Pelabuhan Penagi atau Ranai. ANTARA/Muhamad Nurman
Natuna (ANTARA) - Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan kapal Roll On-Roll Off (Ro-Ro) dihadirkan pemerintah untuk membantu di daerah perbatasan dengan memperlancar distribusi barang dan menekan biaya logistik.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Allazi di Natuna, Selasa, mengatakan Ro-Ro merupakan jenis kapal yang dirancang khusus untuk mengangkut kendaraan bermotor seperti mobil, truk, bus, dan sepeda motor serta penumpang.
Di Natuna kata dia, kapal Ro-Ro biasa dimanfaatkan pelaku usaha untuk membawa kebutuhan pokok menggunakan truk dari Tanjung Uban ke Natuna dan dari Sintete ke Natuna.
"Ini merupakan program Kemenhub Direktorat Jenderal Perhubungan Darat melalui BPTD kelas II Kepri dan salah satu ikhtiar pemkab untuk mengendalikan inflasi," ucapnya.
Ia menjelaskan Natuna telah dilayani dua unit Ro-Ro, yakni Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Bahtera Nusantara (BN) 01 dan KMP BN 03. BN 03 baru melayani lintasan Natuna sejak awal Juli 2026, sementara BN 01 sudah lebih dua tahun.
BN 01 tercatat melayani lintasan Tanjung Uban (Bintan), Kuala Maras (Anambas), Matak (Anambas), Midai (Natuna), Sedanau (Natuna), dan Penagi (Natuna).
Sementara BN 03 melayani lintasan Tanjung Uban (Bintan), Tambelan (Bintan), Penagi (Natuna), Subi (Natuna), Serasan (Natuna), hingga Sintete (Kalimantan Barat).
Ia mengungkapkan, saat ini pembelian tiket kapal Ro-Ro masih dilakukan setiap kali kapal sandar di pelabuhan. Namun, mulai 17 Agustus 2026, penumpang cukup membeli satu tiket yang berlaku hingga tujuan akhir.
Kebijakan tersebut diambil untuk mempermudah pelayanan kepada masyarakat sekaligus menghindari penumpang membeli tiket berulang kali selama perjalanan.
Pewarta : Muhamad Nurman
Editor:
Nadilla
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.