Disdik Palangka Raya dorong anak ikuti PAUD sebelum SD
Disdik Palangka Raya dorong anak ikuti PAUD sebelum SD
Kamis, 20 Agustus 2026 15:30 WIB
Bunda PAUD Kota Palangka Raya Avina Triani Almira Fairid Naparin bersama pegawai Disdikta setempat melakukan sosialisasi posyandu dan pentingnya pendidikan prasekolah yang dilaksanakan di Posyandu Parawei Kelurahan Marang, Kamis (20/8/2026). ANTARA/HO-Disdik Kota Palangka Raya.
Palangka Raya (ANTARA) - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, mendorong orang tua memastikan anak usia 5-6 tahun menjalani Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) minimal satu tahun sebelum memasuki jenjang sekolah dasar (SD).
Sekretaris Disdik Kota Palangka Raya Aprae Vico Ranan Palangka Raya, Kamis, mengatakan pendidikan prasekolah menjadi fondasi penting dalam mempersiapkan tumbuh kembang dan kesiapan anak sebelum mengikuti pendidikan dasar.
"Satu tahun di PAUD merupakan bekal penting bagi anak karena pada usia dini mereka mulai membangun kemampuan sosial, emosional dan kesiapan belajar sebelum melangkah ke sekolah dasar," katanya.
Vico menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Palangka Raya telah menetapkan Peraturan Wali Kota Palangka Raya Nomor 14 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini Satu Tahun Prasekolah Dasar. Kebijakan tersebut menjadi dasar dalam mendorong setiap anak mengikuti PAUD sekurang-kurangnya satu tahun sebelum masuk SD.
Berdasarkan data 2026, angka partisipasi sekolah (APS) PAUD usia 5-6 tahun di Kota Palangka Raya mencapai 79,88 persen. Pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat menjadi sedikitnya 85 persen pada 2027 dan mencapai 90 persen pada 2029.
Selain meningkatkan partisipasi, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap pemerataan layanan PAUD. Saat ini masih terdapat empat desa yang belum memiliki satuan PAUD, yakni Gaung Baru dan Panjehang di Kecamatan Rakumpit serta Danau Tundai dan Kameloh Baru di Kecamatan Sabangau.
Menurut orang nomor dua di lingkup Disdik Kota Palangka Raya, perluasan akses PAUD membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, satuan pendidikan, kader Posyandu, orang tua dan masyarakat.
"Kami berharap sosialisasi ini memberikan manfaat sekaligus mendorong orang tua dan masyarakat lebih aktif mendukung pendidikan serta tumbuh kembang anak sejak usia dini," bebernya.
Dia menambahkan, pendidikan prasekolah tidak hanya mempersiapkan anak secara akademik, tetapi juga membantu membangun kemampuan sosial dan emosional agar anak lebih siap beradaptasi ketika memasuki lingkungan sekolah dasar.
Pewarta : Adi Wibowo
Uploader: Admin 2
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.