gop-crypto.vip

Disdag mengevaluasi kondisi fisik pasar tradisional di Mataram

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), melakukan evaluasi terhadap kondisi fisik sejumlah pasar tradisional di kota ini, sebagai dasar perbaikan, pemenuhan Standar Nasional Indonesia (SNI) pasar rakyat, serta peningkatan kesejahteraan pedagang.

"Dari sejumlah pasar yang sudah kami evaluasi, kondisi fisik rata-rata membutuhkan revitalisasi karena faktor usia," kata Kepala Disdag Kota Mataram H Irwan Harimansyah, di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, dari 19 pasar tradisional di Kota Mataram beberapa pasar yang sudah dievaluasi dan dikunjungi langsung, antara lain Pasar Dasan Agung, Pasar ACC, Pasar Cakranegara, dan Pasar Kebon Roek.

Dari kunjungan itu, beberapa fasilitas seperti toilet, mushala, atap, dan beberapa titik bangunan kondisinya sudah lapuk karena usia sehingga perlu direvitalisasi.

Kondisi tersebut sering menjadi keluhan pedagang, apalagi kerusakan pada atap saat musim hujan air masuk ke los pedagang.

Berbagai keluhan dan kerusakan fasilitas di pasar tradisional, sudah di data lengkap dengan dokumen foto kondisi pasar sebagai acuan usulkan anggaran perbaikan tahun depan.

"Untuk tahun ini, perbaikan pasar belum bisa kami lakukan karena adanya efisiensi anggaran," katanya lagi.

Akan tetapi, katanya pula, ketika ada kerusakan pasar yang tergolong kecil misalnya kebocoran pada titik tertentu, kepala pasar bisa melaporkan untuk dilakukan penanganan sementara dengan kemampuan anggaran yang ada.

Di sisi lain, ujar Irwan lagi, dengan keterbatasan anggaran, kegiatan perbaikan pasar tradisional tahun 2026, baru bisa dilaksanakan hanya untuk Pasar Cakranegara dengan anggaran Rp900 juta.

"Perbaikan Pasar Cakranegara, kami fokus pada penggantian atap sebab kondisinya sudah rusak berat. Akibatnya, setiap hujan terjadi genangan pada los pasar," katanya.

Kondisi itu membuat para pedagang, terutama di lantai dua, memilih untuk meninggalkan lapak mereka dan beralih ke pasar-pasar lain di sekitarnya seperti Pasar Karang Seraye dan Pasar Sindu, sehingga jumlah pedagang turun hingga 50 persen dari total pedagang awal sekitar 400 orang.

Baca juga: Bulog jamin kualitas Minyakita di NTB aman

"Banyak pedagang kami yang lari, berhenti berjualan karena bocor. Karena saat hujan yang terjadi bukan sekadar air turun, tapi banjir sampai ke bawah," katanya pula.

Oleh karena itu, kata Irwan, revitalisasi atap Pasar Cakranegara yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat, sehingga diharapkan menjadi daya tarik agar para pedagang bersedia kembali berjualan di dalam pasar dengan jaminan kenyamanan dan kondisi bangunan yang tidak bocor lagi.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026