Disdag Mataram meminta pedagang di pasar siapkan plastik sampah
Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, meminta semua pedagang di pasar tradisional di kota itu agar menyiapkan wadah atau plastik sampah secara mandiri guna memudahkan pengangkutan oleh petugas serta menjaga pasar tetap bersih.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Irwan Harimansyah di Mataram, Senin, mengatakan, kebijakan itu sebagai langkah penting untuk menjaga kebersihan lingkungan pasar.
"Tumpukan sampah yang dibiarkan berserakan membuat pasar kotor, bau, dan tidak sehat bagi pembeli serta penjual," katanya.
Apalagi untuk di los ikan, menurutnya, jeroan ikan yang dibersihkan pedagang sering kali dibuang sembarangan sehingga memberikan kesan kumuh dan bau.
Karena itulah, para pedagang di pasar tradisional diminta menyiapkan tempat sampah mandiri, untuk mengurangi sampah berserakan karena pedagang bisa langsung membuang sisa dagangan ke tempatnya sendiri.
Menyiapkan tempat sampah mandiri sekaligus memudahkan petugas pengangkut sampah pasar lebih cepat mengambil sampah yang sudah terkumpul di satu wadah.
"Apalagi sampah yang sudah terpilah, petugas bisa langsung mengolah sesuai jenis sampah," katanya.
Dalam penanganan sampah pasar, katanya, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), akan tetapi karena adanya kendala teknis seperti kerusakan armada dan lainnya, sampah kadang terlambat diangkut 1-2 hari.
Karena itu, dengan mengelola sampah secara mandiri dampak positif bagi pasar tradisional bisa memberikan rasa nyaman dan betah bagi warga yang berbelanja.
Sementara menyinggung tentang fasilitas "tempah dedoro" atau tempat pengolahan sampah organik di pasar, Irwan mengatakan, untuk pembuatan "tempah dedoro" menjadi ranah DLH.
"Kami menyiapkan lahan di pasar, dan 19 pasar se-Kota Mataram prinsipnya siap menerima program tersebut untuk mengurangi sampah yang dibuang ke tempat pembuangan akhir (TPA)," katanya menambahkan.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026