Dirut ANTARA: Kraton Majapahit gambaran kekuatan Bangsa Indonesia - ANTARA News Bengkulu
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama (Dirut) Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan Kraton Majapahit Jakarta yang didirikan oleh mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) A.M Hendropriyono memberikan gambaran bertapa besarnya kekuatan Bangsa Indonesia terutama kekuatan angkatan perangnya di era Kerajaan Majapahit.
Gambaran itu disampaikannya usai mengikuti kegiatan kunjungan ke Kraton Majapahit Jakarta, Senin, bersama Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali beserta staf dan mantan Menteri Pertahanan Agum Gumelar, Senin.
Baca juga: Dua pewarta LKBN ANTARA jadi finalis Pena Petrofin Award 2026
"Kraton Majapahit ini sebagai upaya dari seorang jenderal, Pak A.M Hendropriyono yang betul-betul melihat bahwa identitas suatu bangsa itu harus diperkuat dengan melihat kepada sejarah asalnya," kata Benny.
Dalam kunjungan tersebut, Benny bersama Kasal, Agum Gumelar dan pejabat lainnya diajak berkeliling Kraton Majapahit yang menampilkan replika yang berkaitan dengan Majapahit seperti kereta kencana, patung Gajah Mada, Pangeran Jaya Samudera. Replika air terjun Madakaripura yang menjadi tempat pertapaan terakhir Maha Patih Gajah Mada.
Kegiatan kunjungan tersebut juga diisi dengan jamuan ala Kraton Majapahit, lalu penayangan video tentang kerajaan Mahapahit, pertunjukan tarian Gajah Mada satukan nusantara, dan video lahirnya Aksara Nusantara.
Baca juga: Dewas ANTARA apresiasi Biro Jabar kembangkan bisnis media monitoring
Dari penanyangan video berdurasi enam menit itu, menggambarkan kekuatan bangsa Indonesia di era Majapahit. Dan keteguhan seorang Patih Gajah Mada yang ingin menyatukan Nusantara lewat Sumpah Palapa.
Benny menyebut bahwa sejarah besar Bangsa Indonesia tidak dapat dilepas dari sejarah besar Majapahit dengan kekuatan angkatan perangnya yang kini direpresentasikan oleh TNI dan Polri.
Pewarta: Laily Rahmawaty
Uploader : Musriadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.