gop-crypto.vip

Dinsos Bengkulu ingatkan bahaya judol, 3.546 data terdeteksi desil 1-2 - ANTARA News Bengkulu

Kota Bengkulu (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bengkulu mengingatkan masyarakat mengenai bahaya judi daring (judol) setelah sebanyak 3.546 data warga yang masuk desil 1 dan 2 terdeteksi memiliki transaksi judi daring.

"Kami mengimbau masyarakat Kota Bengkulu untuk stop judi online. Jangan sampai penghasilan yang seharusnya digunakan untuk kebutuhan keluarga, pendidikan anak, kesehatan, dan kebutuhan sehari-hari justru habis untuk judi online," kata Kepala Dinsos Kota Bengkulu Afriyenita di Bengkulu, Kamis.

Ia mengatakan data tersebut masih memerlukan proses verifikasi dan validasi sehingga belum dapat menjadi penetapan atau vonis terhadap individu.

Berdasarkan data prelist Dinsos Kota Bengkulu, terdapat 4.322 data warga yang terdeteksi memiliki transaksi judi daring, dengan 3.546 data atau 82,1 persen di antaranya berada pada desil 1 dan 2 yang merupakan kelompok kesejahteraan terbawah.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.286 data berada pada desil 1, 1.260 data pada desil 2, 517 data pada desil 3, dan 259 data pada desil 4.

Afriyenita mengatakan Dinsos Kota Bengkulu akan menindaklanjuti data tersebut sesuai kewenangan melalui proses verifikasi dan validasi, sekaligus mendorong edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya judi daring.

"Mari mulai dari diri sendiri dan keluarga. Stop judi online, gunakan penghasilan untuk hal yang bermanfaat, dan bangun masa depan keluarga dengan cara yang sehat dan produktif," kata dia.

Ia mengatakan Dinsos Kota Bengkulu terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data untuk memastikan ketepatan sasaran program bantuan sosial (bansos).

Untuk mencakup seluruh wilayah, Dinsos Kota Bengkulu telah menurunkan tim terpadu guna memastikan tidak ada warga yang membutuhkan bantuan terlewat dari pendataan.

Sementara itu, pada triwulan ketiga, kelompok lanjut usia (lansia) yang belum menerima bantuan akan diprioritaskan dalam usulan program Atensi Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Saat ini kami terus melakukan pendataan dan pemutakhiran informasi terhadap warga yang dinilai membutuhkan bantuan sosial," katanya.

Ia menjelaskan usulan calon penerima bantuan disusun berdasarkan hasil pendataan dan asesmen yang dilakukan pekerja sosial di lapangan.

Hal tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan sosial benar-benar menyasar warga yang memenuhi kriteria dan berada dalam kondisi membutuhkan.

Pewarta: Anggi Mayasari
Uploader : Musriadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.