gop-crypto.vip

Dinkes Pamekasan ingatkan pentingnya gunakan masker untuk cegah ISPA - ANTARA News Jawa Timur

Madura Raya (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, Jawa Timur mengingatkan pentingnya menggunakan masker saat musim kemarau seperti saat ini guna mencegah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Pamekasan Erlina mengatakan, saat ini penggunaan masker di kalangan masyarakat cenderung diabaikan terutama saat berada di tempat ramai, seperti pasar dan angkutan umum.

"Padahal potensi terserang ISPA sangat rentan, apalagi saat musim kemarau seperti sekarang ini," katanya seusai memberikan arahan teknik pencegahan ISPA kepada ratusan kader posyandu di Pamekasan, Selasa.

Ia menjelaskan, penggunaan masker bermanfaat untuk membantu melindungi saluran pernapasan dari paparan droplet, debu, dan sejumlah agen penyebab penyakit pernapasan.

Karena itu, semestinya kebiasaan menggunakan masker tetap dipertahankan agar tidak mudah terserang ISPA.

"Sementara yang terjadi di kalangan masyarakat akhir-akhir ini, penggunaan masker tidak diperhatikan lagi. Mereka berpikir penyebaran penyakit sudah lewat, karena COVID-19 sudah tidak ada lagi," katanya.

Padahal, sambung Erlina, masker itu sebagai pelindung, bukan hanya untuk mencegah paparan virus COVID-19, akan tetapi juga mencegah penyebaran ISPA.

"Yang paling dahsyat penyebarannya justru ISPA," ujarnya.

Perhatian terhadap penggunaan masker oleh Dinkes Kabupaten Pamekasan ini karena kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih ditemukan di Pamekasan. Balita dan lansia menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian lebih, terutama ketika terjadi cuaca panas yang disertai angin kencang.

Selain itu, peningkatan penderita ISPA di sejumlah puskesmas dan rumah sakit di Kabupaten Pamekasan juga menjadi perhatian Dinkes Pamekasan. Hingga Agustus 2026, jumlah warga yang terdata menderita ISPA sebanyak 11.710 orang.

Menurut Kabid P2P Dinkes Pamekasan Erlina, jumlah itu memang lebih sedikit dibanding 2025 pada kurun waktu yang sama. Kala itu terdata sebanyak 40 ribuan orang dan hingga akhir 2025 terdata sebanyak 52.764 orang.

"Tapi harus kita perhatikan bukan soal lebih sedikit atau tidak, akan tetapi pentingnya mencegah penyebaran jenis penyakit ini," katanya.

Selain penggunaan masker, hal lain yang perlu juga dilakukan meningkatkan ketahanan tubuh dengan melakukan asupan gizi yang cukup dan seimbang dan membudayakan prilaku hidup sehat.

Pewarta: Abd Aziz
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.