Dinkes Kaltim siagakan Rumah Oksigen di 20 puskesmas - ANTARA News Kalimantan Timur
Kedaruratan ISPA ini adalah imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) menyiagakan Rumah Oksigen pada 20 titik puskesmas yang tersebar di 10 kabupaten/kota guna mengantisipasi ancaman kegawatdaruratan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
"Kedaruratan ISPA ini adalah imbas kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Senin.
Jaya mengatakan langkah taktis ini merupakan wujud kesiapsiagaan krisis kesehatan negara di tengah meningkatnya eskalasi titik panas di Benua Etam.
Sebagai langkah antisipasi nyata, Dinkes Kaltim merencanakan penguatan cadangan penyangga bagi operasional Rumah Oksigen dengan mengalokasikan total kebutuhan berupa 128 tabung oksigen portabel berkapasitas satu meter kubik, 64 tabung oksigen ukuran besar berkapasitas enam meter kubik, serta 197 set regulator dan selang pernapasan (nasal cannula).
"Titik prioritas utama penyiagaan Rumah Oksigen ini mencakup wilayah Sambaliung dan Pulau Derawan di Kabupaten Berau, Sangkulirang dan Muara Wahau di Kabupaten Kutai Timur, serta Muara Badak dan Sanga-Sanga di Kabupaten Kutai Kartanegara," kata Jaya.
Pengoperasian fasilitas pemulihan pernapasan tersebut dinilainya mendesak menyusul tren kasus ISPA yang kembali melonjak menembus angka di atas 9.000 kasus dalam satu minggu dari data terkini.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Kementerian Kesehatan (Kemenkes), kasus kumulatif ISPA tertinggi di Kaltim saat ini terpusat pada wilayah-wilayah padat penduduk.
"Kota Balikpapan mencatatkan kasus tertinggi dengan 66.468 kasus, disusul Kota Samarinda dengan 48.230 kasus, dan Kabupaten Kutai Kartanegara dengan 29.453 kasus," sebut Jaya.
Selain itu Dinkes Kaltim juga telah menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/2277/DINKES-III pada Agustus 2026 yang menginstruksikan standardisasi diagnosis dan tata laksana penyakit sensitif iklim di setiap fasilitas kesehatan primer maupun lanjutan.
Jaya menjelaskan fokus utama pelindungan kesehatan saat ini diarahkan untuk menyelamatkan kelompok rentan, yang mencakup bayi, balita, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta penderita komorbid pernapasan.
Mendukung hal tersebut, Dinkes Kaltim juga menggenjot pendistribusian logistik masker darurat secara langsung ke berbagai lokus prioritas yang sedang terkepung kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.