gop-crypto.vip

Dinas Sosial Kaltim siagakan 5.000 paket bansos untuk bencana kekeringan - ANTARA News Kalimantan Timur

Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Kalimantan Timur menyiagakan cadangan logistik berupa 5.000 paket bantuan sosial (bansos) dalam bentuk sembako guna mengantisipasi dan memitigasi dampak bencana, termasuk krisis kekeringan di wilayah Kaltim.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Kaltim Achmad Rasyidi di Samarinda, Sabtu, menyampaikan bahwa stok cadangan logistik pemerintah provinsi saat ini dalam kondisi aman dan siap disalurkan sewaktu-waktu.

"Stok logistik kita dinilai aman dengan sisa lebih dari 5.000 paket sembako yang siap digunakan untuk tindakan mitigasi maupun saat terjadi bencana," ujarnya.

Ia menerangkan bahwa paket bantuan sembako yang disiagakan tersebut memuat kebutuhan bahan pangan pokok komprehensif, mencakup beras, mi instan, susu, kornet, sarden, hingga gula.

Sepanjang tahun 2026 Dinsos Kaltim mengalokasikan total 12.500 paket bantuan bencana. Lebih dari separuh alokasi tersebut telah disalurkan pada awal tahun untuk merespons bencana banjir dan kebakaran pemukiman, sementara sisanya dikonsentrasikan untuk siaga darurat kekeringan.

Mengenai penanganan kekeringan yang melanda kawasan hulu Sungai Mahakam, Rasyidi menjelaskan bahwa pemerintah daerah juga telah menyalurkan bantuan beras cadangan pangan sebanyak lebih dari 52 ton ke Kabupaten Mahakam Ulu.

Namun, ia mengakui bahwa distribusi logistik bantuan kekeringan tersebut menghadapi hambatan transportasi. Surutnya alur sungai membuat kapal tidak dapat melintas, sehingga pengiriman dialihkan penuh melalui jalur darat menggunakan armada truk.

Akibat kondisi jalan yang buruk, truk pengangkut hanya mampu membawa muatan sekitar 3,8 ton dari kapasitas normal 5 ton.

Pengiriman darat tersebut hanya bisa menjangkau titik sebelum Tiong Ohang, Kabupaten Mahakam Ulu, sehingga distribusi ke wilayah perbatasan harus dilanjutkan menggunakan perahu longboat yang aksesnya juga terbatas akibat kekeringan.

Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : M.Ghofar

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.