Dinas Perikanan Kota Mataram lepas 3.000 bibit ikan
Mataram (ANTARA) - Dinas Perikanan Kota Mataram Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, melepas sebanyak 3.000 ekor bibit ikan jenis nila pada saluran irigasi warga di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Mataram.
Kepala Bidang Budidaya Perikanan Dinas Perikanan Kota Mataram Leo Amri Saleh di Mataram, Minggu, mengatakan, kegiatan pelepasan ribuan bibit ikan tersebut dimaksudkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, menumbuhkan kesadaran warga memelihara saluran air, serta menjadi sumber tambahan pangan dan ekonomi masyarakat sekitar.
"Selain untuk pemanfaatan saluran irigasi, juga dapat mendukung sinergi warga untuk berpartisipasi menjaga kebersihan irigasi di kawasan tersebut," katanya.
Sebelumnya, saluran irigasi di kawasan tersebut menjadi keluhan dan dinilai mengganggu warga karena banyak sampah kiriman dari hulu. Kemudian aparat setempat bersama warga membersihkan saluran, selanjutnya dimanfaatkan untuk budidaya ikan nila dengan membendung air.
Baca juga: Populasi ikan sapu-sapu di Mataram belum meresahkan
"Warga di Kelurahan Jempong, secara mandiri menyulap saluran irigasi di pemukiman mereka menjadi kawasan eduwisata air dan penangkaran ikan," katanya.
Setelah bibit ikan dilepas, warga sekitar berkomitmen secara bergantian membersihkan saluran dari sampah agar tidak masuk penangkaran ikan. Namun air tetap bisa mengalir secara normal ke lahan petani, bahkan petani senang karena tidak ada sampah yang masuk ke sawah mereka.
Karena itu, untuk memotivasi warga, Dinas Perikanan memberikan bantuan 3.000 ekor bibit ikan nila dengan ukuran sekitar 12 sentimeter.
"Sebelum saluran irigasi itu dilepas bibit ikan, kami sudah melakukan pengecekan terhadap kualitas air. Hasilnya, masih bagus dan layak untuk digunakan budidaya," katanya.
Lebih jauh Leo, mendorong partisipasi masyarakat yang ingin memanfaatkan sungai, saluran, atau perairan tersier menjadi lokasi budidaya ikan tawar terutama jenis nila karena nilai kuat dan cepat beradaptasi dengan lingkungan.
Selain itu, harga ikan nila juga cukup tinggi yakni mencapai Rp30.000 per kilogram dan banyak digemari warga. Karena itu, jenis ikan nila dinilai cocok dikembangkan warga baik untuk pemanfaatan lahan maupun meningkatkan ekonomi keluarga.
"Apa yang dilakukan warga di Kelurahan Jempong Baru, bisa menjadi contoh pemanfaatan lahan sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Tim kami siap mendukung sesuai kemampuan," katanya.
Pewarta : Nirkomala
Editor:
I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026