gop-crypto.vip

Didorong Hilirisasi dan Manufaktur, Penduduk Bekerja Bertambah 522 Ribu Orang Selama Februari-Mei 2026

AKURAT.CO Investasi yang mengalir ke sektor hilirisasi dan manufaktur mulai menunjukkan dampaknya terhadap pasar tenaga kerja nasional.

Pemerintah mencatat sebanyak 522 ribu orang terserap ke dunia kerja sepanjang periode Februari hingga Mei 2026, dengan industri pengolahan, hilirisasi, serta sektor makanan dan minuman menjadi kontributor utama pembukaan lapangan kerja.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, peningkatan penyerapan tenaga kerja tidak terlepas dari masuknya investasi ke berbagai sektor produktif.

Baca Juga: Tingkat Pengangguran Terbuka Turun per Mei 2026, Serapan Tenaga Kerja Naik 522 Ribu Orang

Menurutnya, sekitar 30% investasi nasional saat ini mengalir ke proyek-proyek hilirisasi, sementara investasi di Pulau Jawa masih didominasi sektor manufaktur yang memiliki kapasitas besar dalam menyerap tenaga kerja.

"Pertumbuhan tenaga kerja itu akibat dari investasi. Investasi kembali 30 persen ke hilirisasi. Kemudian, di Pulau Jawa lebih banyak masuk ke manufaktur. Sektor itulah yang menjadi salah satu penopang peningkatan penyerapan tenaga kerja," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu Malam (5/8/2026).

Menurut Airlangga, sektor hilirisasi dan manufaktur membutuhkan tenaga kerja dalam berbagai tahapan proses produksi, mulai dari pengolahan bahan baku hingga distribusi produk.

Karakteristik industri tersebut membuat investasi yang masuk dapat menciptakan efek berganda terhadap pembukaan lapangan kerja.

Selain itu, industri makanan dan minuman juga menjadi salah satu sektor yang menopang peningkatan kesempatan kerja. Airlangga menyebut pertumbuhan sektor tersebut mencapai sekitar 10%, didorong meningkatnya konsumsi masyarakat serta aktivitas pariwisata, baik dari wisatawan domestik maupun mancanegara.

"(Sektor) makanan minuman, itu turis lokal maupun wisatawan mancanegara juga mendorong (serapan tenaga kerja)," katanya.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan peningkatan jumlah pekerja tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya angkatan kerja nasional.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, M. Edy Mahmud mengatakan jumlah angkatan kerja pada Mei 2026 mencapai 155,41 juta orang, bertambah sekitar 497 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Di sisi lain, jumlah penduduk usia kerja juga terus meningkat. Hingga Mei 2026, BPS mencatat terdapat 220,23 juta penduduk usia kerja atau naik 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026.

Edy menjelaskan mayoritas tambahan tenaga kerja berasal dari kelompok pekerja penuh. "Penduduk yang bekerja penuh sebanyak 98,98 juta orang atau bertambah 391 ribu orang. Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat 72 ribu orang, serta pekerja setengah pengangguran sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah 59 ribu orang," ujar Edy.

Data tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kesempatan kerja tidak hanya berasal dari pekerjaan paruh waktu, tetapi juga didominasi oleh bertambahnya pekerja penuh, yang mengindikasikan permintaan tenaga kerja di sektor-sektor produktif masih tetap terjaga.