DFSK Tegaskan Komitmen Investasi di RI, E5 Plus Kantongi 1.100 Pesanan
Chief Executive Officer PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus mengatakan, Indonesia sejak awal dipandang sebagai mitra strategis dalam pengembangan bisnis perusahaan, bukan sekadar pasar penjualan kendaraan.
Baca Juga: DFSK Buka Pre-Booking E5 Plus, PHEV 1.400 Km Siap Masuk Pasar RI
"Sejak awal kami tidak hanya melihat Indonesia sebagai sebuah pasar. Kami melihat Indonesia sebagai mitra strategis untuk jangka panjang," kata Alexander Barus dalam acara Exclusive Press Launch DFSK E5 Plus di Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Menurutnya, keyakinan tersebut diwujudkan dengan membangun fasilitas produksi terlebih dahulu sebelum memperluas penjualan kendaraan di Tanah Air.
"Karena keyakinan kami terhadap Indonesia, kami membangun pabrik terlebih dahulu baru kemudian melakukan penjualan. Itu menjadi simbol komitmen kami terhadap pasar Indonesia," tegasnya.
Alexander menjelaskan fasilitas produksi DFSK yang dibangun sejak 2017 juga dirancang sebagai bagian dari upaya transfer teknologi kepada tenaga kerja lokal.
Menurutnya, mayoritas tenaga kerja di pabrik tersebut merupakan karyawan Indonesia yang telah mendapatkan pelatihan untuk mendukung pengembangan industri otomotif nasional.
"Kalau Bapak-Ibu berkunjung ke pabrik kami, mayoritas karyawannya adalah orang Indonesia. Dari sekitar 167 karyawan, hanya 56 orang yang berasal dari China. Ini merupakan bagian dari komitmen kami melakukan transfer teknologi," paparnya.
Alexander menambahkan perusahaan akan terus melanjutkan investasi di Indonesia, termasuk menghadirkan inovasi kendaraan baru yang sesuai dengan kebutuhan pasar domestik.
"Ke depan, Sokonindo Automobile akan terus berkomitmen melakukan investasi, transfer teknologi, serta menghadirkan inovasi kendaraan baru bagi masyarakat Indonesia," ucapnya.
Baca Juga: DFSK Jadikan RI Basis Produksi Model E5 Plus
Salah satu wujud komitmen tersebut diwujudkan melalui peluncuran DFSK E5 Plus yang menjadi SUV Plug-in Hybrid terbaru perusahaan.
Selain memperkenalkan teknologi elektrifikasi, kendaraan ini juga membawa konsep NICE Experience yang mencakup empat aspek utama, yakni New Energy Long Range, Intelligent Safety, Comfort Family Space, dan Exciting Driving Experience.
Chief Operating Officer PT Sokonindo Automobile, Franz Wang mengatakan, tingginya angka pre-booking menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi yang mampu menawarkan efisiensi sekaligus fleksibilitas penggunaan.
"Pencapaian 1.100 pre-booking bahkan sebelum peluncuran resmi menunjukkan bahwa konsumen Indonesia semakin terbuka terhadap kendaraan elektrifikasi yang mampu menghadirkan keseimbangan antara efisiensi, kenyamanan, dan fleksibilitas," katanya.
Menurut Franz, DFSK E5 Plus bukan sekadar produk baru, melainkan bagian dari transformasi perusahaan menuju intelligent mobility yang lebih relevan dengan kebutuhan konsumen Indonesia.
Dari sisi teknologi, DFSK E5 Plus diklaim mampu menempuh jarak hingga 1.400 kilometer berdasarkan standar NEDC dengan kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni hingga 140 kilometer.
Teknologi tersebut dirancang untuk mengurangi kekhawatiran pengguna terhadap keterbatasan jarak tempuh kendaraan listrik sekaligus tetap memberikan fleksibilitas melalui kombinasi motor listrik dan mesin konvensional.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin mengatakan, masukan calon konsumen selama periode pre-booking menunjukkan bahwa masyarakat semakin mempertimbangkan kendaraan elektrifikasi yang tetap nyaman digunakan seluruh anggota keluarga.
"Konsumen kini menginginkan kendaraan yang tidak hanya efisien, tetapi juga nyaman untuk seluruh anggota keluarga serta mampu mendukung berbagai aktivitas, baik di dalam kota maupun perjalanan jarak jauh," tegas Rifin.
Selain menghadirkan produk baru, perusahaan juga memastikan kesiapan layanan purnajual melalui jaringan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta layanan perawatan kendaraan di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui strategi tersebut, DFSK berharap E5 Plus tidak hanya memperluas pilihan SUV Plug-in Hybrid di pasar nasional, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem kendaraan elektrifikasi yang tengah berkembang di Indonesia.