gop-crypto.vip

Demi kesehatan mental, Saatnya istirahat sejenak lewat cara Digital Detox - ANTARA News Jawa Barat

Bandung (ANTARA) - Kemajuan teknologi dari waktu ke waktu membuat manusia hampir tidak pernah benar-benar terputus dari dunia digital, fenomena ini kini menjadi sebuah tantangan untuk kesehatan global. Satu diantara Solusi untuk menangani hal tersebut yaitu dengan menerapkan Digital Detox.

Menurut artikel yang dipublikasikan oleh Kemenkes, masyarakat mulai menyadari bahwa obat terbaik untuk kesehatan mental dan fisik bukanlah teknologi baru, melainkan keberanian untuk berhenti sejenak.

Digital Detox bukan suatu hal yang dapat dianggap biasa saja, karena dengan mengambil jeda dari aktivitas dan layar, sistem saraf parasimpatis mendapat kesempatan untuk mengambil alih, menurunkan detak jantung, dan menenangkan pikiran yang sebelumnya terus-menerus terpapar rangsangan digital.

Paparan cahaya biru dari gawai dapat mengganggu ritme sirkadian serta menurunkan fokus, sementara detoks digital meski hanya beberapa jam sehari diyakini membantu memulihkan keseimbangan dopamin di otak. 

Dengan demikian, berdasarkan artikel yang dikeluarkan oleh Kemenkes ada 5 langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk memulai digital detox.

1. Aturan 20-20-20

Setelah menatap layar selama 20 menit, istirahatkan mata dengan melihat objek yang berjarak sekitar 6 meter (20 kaki) selama 20 detik. Cara ini dapat membantu mengurangi ketegangan pada mata.

2. Nonaktifkan notifikasi yang tidak diperlukan

Matikan push notification dari aplikasi yang kurang penting. Sisakan notifikasi untuk panggilan darurat atau pesan dari keluarga agar perhatian tidak terus-menerus teralihkan oleh gawai.

3. Buat zona bebas gawai di rumah

Pilih satu area, seperti meja makan atau balkon, yang digunakan tanpa perangkat digital. Manfaatkan ruang tersebut untuk beristirahat, berbincang, atau sekadar menikmati waktu tanpa gangguan layar.

4. Biasakan melakukan satu aktivitas dalam satu waktu

Kurangi kebiasaan multitasking dengan memberikan perhatian penuh pada aktivitas yang sedang dilakukan. Saat makan, misalnya, fokus menikmati makanan, sedangkan ketika berbicara dengan orang lain, simpan ponsel agar percakapan lebih maksimal.

5. Bangun rutinitas sebelum tidur

Alihkan kebiasaan scrolling sebelum tidur dengan aktivitas yang lebih tenang, seperti membaca buku fisik atau menulis jurnal. Mengurangi penggunaan gawai menjelang waktu tidur dapat membantu menciptakan rutinitas tidur yang lebih baik.

Pada akhirnya, digital detox bukan soal menjauhi teknologi sepenuhnya, melainkan mengambil kembali kendali atas cara teknologi digunakan.

Pewarta: Karen Virginia Syiefa
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.