Delapan Brand F&B Lokal Raih NYAM Awards 2026, Buktikan Kuliner Indonesia Makin Kreatif
Warta Ekonomi, Jakarta -
Delapan pelaku usaha makanan dan minuman (F&B) lokal berhasil meraih penghargaan dalam NYAM Awards 2026 yang digelar Tokopedia dan TikTok Shop melalui inisiatif #BeliLokal. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap pelaku usaha yang dinilai mampu menghadirkan produk inovatif sekaligus memanfaatkan ekosistem digital untuk memperluas pasar.
Para pemenang NYAM Awards 2026 hadir dari beragam segmen kuliner, mulai dari hampers, makanan dan minuman sehat, makanan praktis, produk bercita rasa pedas, kopi, makanan manis, produk segar dan beku, hingga camilan.
Bittersweet by Najla menjadi pemenang kategori produk hampers favorit, sedangkan Beorganik meraih penghargaan untuk kategori produk makanan dan minuman berfokus pada kesehatan. Nyai Mercon dinobatkan sebagai pemenang kategori makanan praktis, sementara Mercon Merah Putih unggul pada kategori produk bercita rasa pedas.
Pada kategori lainnya, Sakha Coffee Roastery meraih penghargaan kategori kopi, Brownies Bella menjadi pemenang produk bercita rasa manis, Japfa Food Online memenangkan kategori produk segar dan beku, serta Cimol Bojot Aa meraih penghargaan untuk kategori camilan.
NYAM Awards 2026 menghadirkan 53 pelaku usaha dan kreator terpilih yang bersaing dalam 10 kategori penghargaan. Para nominasi merepresentasikan keberagaman produk serta kreativitas pelaku usaha F&B lokal dalam membangun bisnis dan menghadirkan pengalaman bagi konsumen.
Penghargaan tersebut juga menunjukkan semakin besarnya peluang bagi pelaku usaha F&B untuk mengembangkan pasar melalui ekosistem digital. Berdasarkan data Tokopedia dan TikTok Shop, jumlah pesanan kategori F&B pada semester pertama 2026 meningkat hampir 95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada periode yang sama, jumlah pelaku usaha yang menjual produk F&B tumbuh 184%.
Executive Director Tokopedia and TikTok Shop Indonesia Stephanie Susilo mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan besarnya potensi industri kuliner lokal sekaligus peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
“Indonesia memiliki ekosistem kuliner lokal yang sangat beragam, dengan jutaan pelaku usaha yang terus berinovasi. Kami juga melihat pertumbuhan yang sangat positif pada kategori makanan dan minuman, baik dari sisi permintaan maupun jumlah pelaku usaha yang bergabung di ekosistem Tokopedia dan TikTok Shop,” ujar Stephanie.
Menurut dia, melalui NYAM Awards, Tokopedia dan TikTok Shop ingin membantu pelaku usaha F&B lokal memperoleh eksposur lebih luas, menjangkau konsumen baru, dan membuka peluang pertumbuhan bisnis.
Peluang tersebut semakin terbuka seiring perubahan cara konsumen menemukan produk. Melalui konsep Discovery Commerce, pelaku usaha dapat memperkenalkan produk melalui video pendek, LIVE, rekomendasi kreator, hingga konten afiliasi.
Data Tokopedia dan TikTok Shop menunjukkan, pesanan produk F&B yang didorong video pendek tumbuh 86% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pesanan F&B melalui fitur LIVE juga meningkat 86% secara tahunan.
“Melalui Discovery Commerce, produk dapat ditemukan oleh calon konsumen berdasarkan ketertarikan mereka, membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau audiens yang relevan di luar basis pelanggan mereka,” kata Stephanie.
Besarnya potensi pasar juga terlihat dari pertumbuhan ekosistem #BeliLokal. Sepanjang semester pertama 2026, jumlah penjual dalam inisiatif tersebut tumbuh lebih dari 50%, sedangkan penjualan produk lokal meningkat 51% dengan total sekitar 700 juta produk terjual.
Pertumbuhan F&B pun tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa. Lima dari 10 provinsi dengan pertumbuhan jumlah pesanan F&B tertinggi pada semester pertama 2026 berada di luar Jawa, yakni Sumatera Selatan, Lampung, Sumatera Utara, Riau, dan Bali.
Capaian para pemenang NYAM Awards 2026 akhirnya menjadi gambaran bagaimana keragaman kuliner lokal dapat bertemu dengan kreativitas dan pemanfaatan teknologi digital. Dari produk pedas hingga kopi dan camilan, para pelaku usaha tersebut menunjukkan bahwa produk lokal memiliki peluang semakin besar untuk ditemukan, dipilih, dan berkembang di pasar yang lebih luas.