Dekranasda Barito Utara dorong produk kerajinan tembus pasar nasional
Dekranasda Barito Utara dorong produk kerajinan tembus pasar nasional
Rabu, 9 September 2026 19:55 WIB
Ketua Dekranasda Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin didampingi Kadis Nakertranskop UKM Agus Siswadi, Ketua DWP Disnakartranskop UKM foto bersama para peserta pelatihan di tepian kolam Barakati, Muara Teweh, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Dokumen Pribadi
Muara Teweh (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, mendorong para pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) untuk terus meningkatkan kualitas, desain, kreativitas dan inovasi produk kerajinan agar mampu bersaing dan menembus pasar yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Ketua Dekranasda Barito Utara Maya Savitri Shalahuddin menghadiri sekaligus membuka dan memberikan sambutan pada acara Pelatihan Lanjutan Modifikasi Kulit dan Anyaman Rotan bagi pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Kabupaten Barito Utara 2026.
“Karena ini merupakan pelatihan lanjutan, saya berharap kemampuan yang sudah dimiliki oleh para peserta dapat semakin ditingkatkan, terutama dalam hal kualitas produk, desain, kreativitas dan inovasi,” kata Maya Savitri di Muara Teweh, Rabu.
Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari, 9-10 September 2026, tersebut menjadi momentum bagi para pelaku UKM untuk meningkatkan kemampuan dalam mengolah bahan baku lokal, khususnya rotan dan kulit, menjadi produk kerajinan yang memiliki nilai tambah.
Maya Savitri mengatakan, pelatihan lanjutan tersebut tidak sekadar bertujuan menambah keterampilan peserta, tetapi diharapkan mampu meningkatkan kemampuan yang sudah dimiliki, terutama dalam menghasilkan produk berkualitas, memiliki desain menarik, kreatif dan inovatif.
“Karena ini merupakan pelatihan lanjutan, saya berharap kemampuan yang sudah dimiliki oleh para peserta dapat semakin ditingkatkan, terutama dalam hal kualitas produk, desain, kreativitas dan inovasi,” kata dia.
Menurutnya, Barito Utara memiliki potensi bahan baku lokal yang luar biasa, terutama rotan dan kulit. Tantangannya adalah bagaimana bahan tersebut dapat diolah menjadi produk yang lebih modern, menarik, memiliki ciri khas daerah dan tentunya mempunyai nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Ia menegaskan, pelaku UKM jangan berhenti hanya pada kemampuan membuat suatu produk, tetapi harus mampu menghasilkan produk yang diminati dan sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Jangan berhenti hanya pada bisa membuat produk. Kita harus mampu membuat produk yang disukai pasar. Artinya, setelah pelatihan ini kita harus mulai berpikir tentang kualitas, desain, kemasan, pemasaran, termasuk bagaimana memanfaatkan media sosial dan pemasaran digital untuk memperluas pasar,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Barito Utara melalui Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan UKM terus berupaya mendorong pelaku usaha mikro dan kecil agar dapat naik kelas, mandiri dan memiliki daya saing.
“UMK bukan hanya berbicara tentang usaha perorangan, tetapi juga tentang lapangan kerja, peningkatan pendapatan keluarga dan penguatan perekonomian masyarakat,” katanya.
Kepada seluruh peserta, Maya berpesan agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh dan memanfaatkan kesempatan tersebut untuk belajar, bertanya, berdiskusi serta mempraktikkan ilmu yang diberikan para instruktur.
Sementara kepada para instruktur dan narasumber, ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas ilmu, pengalaman serta keterampilan yang diberikan kepada para peserta.
Pewarta : Kasriadi
Editor: Muhammad Arif Hidayat
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.