Dari jadup hingga modal usaha, Aceh Timur dorong pemulihan bencana tak terhenti di bantuan darurat - ANTARA News Aceh
Aceh Timur (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mendorong proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabanjir tidak berhenti pada pemberian bantuan kebutuhan dasar, tetapi dilanjutkan dengan pemulihan ekonomi keluarga agar masyarakat terdampak dapat kembali mandiri.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Timur Saharani di Aceh Timur, Kamis, mengatakan skema bantuan yang disiapkan pemerintah mencakup jaminan hidup (jadup), bantuan isi hunian, stimulus ekonomi, serta santunan bagi korban meninggal dunia dan luka-luka.
"Pemulihan itu harus menyentuh kebutuhan masyarakat secara menyeluruh. Ada kebutuhan hidup, kebutuhan rumah tangga dan juga bagaimana masyarakat bisa kembali menjalankan usaha," kata Saharani.
Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp15 ribu per jiwa per hari selama tiga bulan. Hingga penyaluran tersebut, sebanyak 7.592 KPM telah menerima bantuan dengan realisasi dana Rp38,73 miliar.
Selanjutnya, stimulus ekonomi dialokasikan kepada 7.656 KPM dengan total anggaran Rp38,28 miliar. Bantuan diberikan sebesar Rp5 juta per kepala keluarga (KK) untuk mendukung modal usaha mandiri, termasuk kegiatan pertanian dan kelautan.
Dari jumlah tersebut, 7.618 KPM telah menerima bantuan dengan realisasi Rp38,09 miliar, katanya.
Menurut Saharani, stimulus ekonomi menjadi bagian penting dalam proses pemulihan karena masyarakat tidak hanya membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dukungan agar dapat kembali menjalankan aktivitas ekonomi setelah terdampak bencana.
"Harapannya masyarakat bisa kembali berusaha. Bantuan stimulus ini menjadi salah satu upaya untuk membantu mereka memulai kembali aktivitas ekonominya," ujarnya.
Pewarta: Hayaturrahmah
Editor : M.Haris Setiady Agus
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.