gop-crypto.vip

Dapat Suntikan Rp4,8 Triliun, Ajaib Fokuskan 90% Dana ke Indonesia

Warta Ekonomi, Jakarta -

Ajaib Group memastikan 90% dari dana investasi senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari perusahaan jasa keuangan asal Jepang, SBI Holdings, akan dialokasikan untuk pengembangan bisnis di Indonesia.

Komisaris Utama, Ajaib Group Andi Gani Wea Nena mengatakan sebagian besar dana tersebut akan digunakan untuk mendorong pengembangan edukasi finansial, produk, serta talenta di dalam negeri.

"Penggunaan dana yang masuk ini 90% akan ada di Indonesia. Untuk bagaimana memajukan edukasi finansial, mengembangkan produk, dan itu juga mengembangkan talenta-talenta yang ada," ujar Andi dalam konferensi pers Ajaib Group, Senin (31/8/2026).

Andi menegaskan komitmen tersebut sejalan dengan besarnya kontribusi talenta Indonesia di Ajaib Group. Menurutnya, sekitar 95% karyawan Ajaib Group merupakan putra-putri Indonesia, sedangkan tenaga ekspatriat hanya sekitar 5-7%.

"Karyawan kami di Ajaib Group mungkin ekspatriatnya hanya 5%, 95% putra-putri Indonesia. Jadi sangat-sangat luar biasa talenta dari Indonesia dan ini membanggakan buat kita semua," katanya.

CEO Ajaib Group Anderson Sumarli mengatakan suntikan dana dari SBI Holdings juga akan digunakan untuk memperbesar sumber daya manusia (SDM) perusahaan.

Menurut Anderson, penguatan SDM terutama akan dilakukan pada sejumlah bidang, mulai dari engineering, produk, business, hingga operations.

"Untuk investasi 4,8 triliun ini tentunya kami ingin untuk merekrut dan membesarkan SDM kami. Terutama di bidang teknologi; jadi dari engineering, produk, business, operations, kami ingin memperkuat SDM kami," kata Anderson.

Selain perekrutan, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan produk-produk Ajaib agar dapat memberikan lebih banyak pilihan investasi bagi masyarakat Indonesia. Pengembangan produk mencakup akses investasi pada saham Indonesia, saham luar negeri, hingga aset digital.

Anderson mengatakan penguatan SDM dan pengembangan produk menjadi bagian penting dari pemanfaatan investasi tersebut, seiring dengan pertumbuhan jumlah pengguna Ajaib yang kini hampir mencapai 7 juta orang.

Menurut Anderson, masuknya modal global tersebut juga diharapkan dapat membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas di sektor teknologi Indonesia.

Dia berharap investasi tersebut dapat menciptakan peluang bagi talenta Indonesia di berbagai industri yang berkembang, termasuk kecerdasan buatan (AI), data center, dan blockchain.

"Dan kami berharap kepercayaan sebesar ini membuka jalan bagi lebih banyak modal global masuk ke sektor teknologi Indonesia serta menciptakan lapangan kerja yang berkualitas di industri kecerdasan buatan, industri data center, maupun di industri blockchain," ujar Anderson.

Ajaib sendiri menerima investasi strategis senilai US$270 juta atau sekitar Rp4,8 triliun dari SBI Holdings. Anderson menyebut pendanaan tersebut menjadi investasi terbesar yang diterima perusahaan teknologi Indonesia dalam lebih dari empat tahun terakhir.

Baca Juga: Kepercayaan Global Masih Tinggi, Ajaib Raih Pendanaan Rp4,8 Triliun dari SBI Holdings

Baca Juga: Ajaib Perkuat Edukasi Dana Pensiun dalam Rangkaian Program PEKA BPJS Ketenagakerjaan

Dengan pendanaan terbaru itu, total modal yang telah dihimpun Ajaib sejak berdiri kini telah melampaui US$500 juta atau sekitar Rp8,9 triliun.

Anderson menilai masuknya investasi dari SBI Holdings juga menunjukkan masih adanya kepercayaan investor global terhadap Indonesia. Menurutnya, kepercayaan tersebut tidak hanya ditujukan kepada Ajaib, tetapi juga terhadap industri teknologi dan pasar Indonesia secara keseluruhan.

"Ini kepercayaan dunia bukan hanya terhadap Ajaib, tapi kembali terhadap industri teknologi Indonesia dan juga negara Indonesia secara keseluruhan," pungkas Anderson.