Danantara Pilih Mitra Proyek Sampah Jadi Listrik di 20 Kabupaten/Kota
AKURAT.CO PT Danantara Investment Management (DIM) bersama dengan PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) telah menetapkan Mitra Terpilih dalam proses seleksi mitra usaha pengembang dan pengelola Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) Tahap Kedua.
Seleksi ini mencakup 8 lokasi pengembangan yang meliputi 20 kabupaten/kota. Penetapan Mitra Terpilih pada setiap lokasi masih bersifat bersyarat (conditional) dan tunduk pada pemenuhan seluruh persyaratan pengadaan yang berlaku.
Dari 85 Daftar Penyedia Terseleksi (DPT), terdapat 68 aplikasi untuk 8 lokasi proyek. Berdasarkan hasil evaluasi, setiap lokasi telah memiliki Mitra Terpilih dan Mitra Cadangan, di mana Mitra Terpilih akan menerima Conditional Letter of Award (CLoA).
Baca Juga: Danantara Gelontorkan Investasi Rp225 Triliun, Serap 37.833 Tenaga Kerja
CLoA merupakan penetapan bersyarat sebagai mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL, dan Mitra Terpilih akan ditetapkan menjadi mitra usaha pengembang dan pengelola PSEL setelah persyaratan dalam CLoA dipenuhi seluruhnya.
Mitra Cadangan ditetapkan sebagai mekanisme alternatif apabila Mitra Terpilih tidak dapat memenuhi persyaratan yang ditetapkan.
Pandu Sjahrir, Chief Executive OYicer DIM, mengatakan, keterlibatan perusahaan- perusahaan Waste-to-Energy terkemuka dunia menunjukkan bahwa Indonesia semakin dipercaya sebagai tujuan investasi.
“Kami melihat ini sebagai peluang untuk mempercepat transfer teknologi, membangun kapasitas nasional, dan memperkuat ekosistem industri pengelolaan sampah di Indonesia,” kata Pandu dalam keterangannya, Senin (13/7/2026) malam.
Di tengah persaingan perusahaan-perusahaan global tersebut, pelaku usaha nasional menunjukkan peran yang semakin kuat.
Empat dari delapan Mitra Terpilih merupakan konsorsium yang dipimpin oleh perusahaan Indonesia, sedangkan dua konsorsium dipimpin oleh perusahaan asal Perancis.
Baca Juga: Danantara Teken MoU dengan Latitude Energy untuk Pengembangan Gasifikasi Batu Bara
Kemudian dua konsorsium dipimpin perusahaan asal China, Indonesia merupakan consortium lead terbanyak pada hasil seleksi tahap ini.
Seluruh konsorsium tersebut menggandeng mitra teknologi internasional untuk mempercepat implementasi proyek sekaligus mendorong transfer teknologi dan penguatan industri nasional.
Seleksi mitra PSEL Tahap Kedua merupakan bagian dari program nasional pengembangan PSEL yang dilaksanakan secara bertahap.
Sebelumnya, pembangunan proyek Tahap Pertama telah dimulai melalui Peresmian Pembangunan PSEL Denpasar Bali pada 8 Juli 2026, setelah melalui proses seleksi mitra bersama proyek Kota Bekasi dan Bogor Raya.
Adapun delapan lokasi beserta mitra terpilihnya adalah sebagai berikut:
Medan Raya: SUEZ-IAN Consortium (SUEZ Insan Asia)
Kabupaten Bekasi: Consortium Everbright Cemerlang Energy (Everbright Harmoni)
Lampung Raya: Bumi Biru Indonesia (SUS Indoplas)
Serang Raya: Masa Depan Energi Indonesia (Chandra Waste Energy BGE)
Semarang Raya: Veolia Environmental Services Asia Pte. Ltd (Veolia)
Surabaya Raya: Consortium Mentari Citra Lestari (Bakrie Power SUS)
Bogor Raya 2: MPM-CEVIA Consortium (Mega Power CEVIA)
Yogyakarta Raya: Cakra Energi Lestari Consortium (Pertamina NRE Tianjin CITICC).