gop-crypto.vip

Danantara, INA, dan Chandra Asri Garap Proyek Kimia Jumbo, Bidik Operasi pada 2027

Warta Ekonomi, Jakarta -

Danantara Investment Management (DIM), Indonesia Investment Authority (INA), dan PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group menuntaskan transaksi investasi strategis untuk proyek Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC). Proyek ini diharapkan memperkuat industri kimia nasional sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku impor.

Dalam proyek ini, Chandra Asri Group menjadi penggerak utama pembangunan fasilitas yang dirancang memproduksi sekitar 400 kiloton per tahun (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Keduanya merupakan bahan kimia penting yang digunakan dalam berbagai proses manufaktur dan industri.

Hingga September 2026, progres pembangunan proyek telah mencapai sekitar 80%. Pekerjaan kini berfokus pada pemasangan peralatan utama serta pengembangan infrastruktur pendukung, termasuk dermaga, trestle atau struktur penghubung ke dermaga, dan fasilitas penyimpanan. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada 2027.

CEO DIM sekaligus Chief Investment Officer (CIO) Danantara, Pandu Sjahrir mengatakan investasi ini sejalan dengan agenda hilirisasi pemerintah. Melalui DIM, Danantara berupaya mengarahkan modal ke sektor strategis yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi nasional, dengan tetap mempertimbangkan kelayakan komersial.

“Investasi CA-EDC ini mencerminkan investasi strategis yang dapat menciptakan nilai jangka panjang bagi Indonesia, mendukung industri dalam negeri, mengembangkan kemampuan tenaga kerja lokal, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta meningkatkan daya saing nasional,” ujar Pandu dalam keterangannya, Kamis (15/10/2026).

Peningkatan produksi bahan kimia di dalam negeri diharapkan dapat menekan kebutuhan impor dan menghemat devisa. Proyek ini juga ditujukan untuk memastikan ketersediaan bahan baku strategis bagi industri hilir, termasuk industri bauksit dan alumina yang membutuhkan soda kaustik dalam proses produksinya.

Pandu menilai, kerja sama antara DIM, INA, dan Chandra Asri Group menggabungkan kemampuan investasi jangka panjang dengan pengalaman dan keahlian di sektor industri. Kolaborasi tersebut diharapkan turut memperkuat keterampilan teknis dan kemampuan operasional di Indonesia, sekaligus mendorong industri kimia nasional agar semakin kompetitif.

Ia menambahkan, proyek CA-EDC mendukung agenda hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam dan memperkuat rantai pasok industri di dalam negeri. Dari sisi bisnis, proyek ini juga ditopang oleh kebutuhan pasar terhadap soda kaustik dan EDC.

“Rasional komersial proyek ini didukung oleh kebutuhan pasar yang sudah terbentuk atas soda kaustik dan EDC, sehingga memberikan landasan yang kuat bagi keberlanjutan proyek dalam jangka panjang,” kata Pandu.

Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana mengatakan kemitraan ini menggabungkan modal investasi dengan keahlian industri untuk memenuhi kebutuhan bahan kimia strategis Indonesia.

Baca Juga: Danantara Minta Maaf soal Blackout Batam, Janji Benahi Layanan PLN

Baca Juga: Usai Blackout Batam, Prabowo Minta Danantara Kebut Transformasi PLN

Baca Juga: Danantara Dorong Transformasi BUMN, Direksi Tak Cuma Dinilai dari Laba

Menurut Oki, keputusan investasi didasarkan pada dua pertimbangan utama, yakni pentingnya soda kaustik dan EDC bagi rantai industri nasional serta prospek komersial proyek yang dinilai kuat.

Seiring berkembangnya industri hilir, proyek CA-EDC diharapkan memperkuat pasokan bahan baku dalam negeri dan membangun rantai industri yang lebih terintegrasi.

Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra menyebut rampungnya transaksi kemitraan investasi ini sebagai tonggak penting bagi pengembangan proyek CA-EDC sekaligus wujud komitmen perusahaan dalam mendukung industri nasional.

Melalui kolaborasi dengan DIM dan INA, Chandra Asri berharap proyek tersebut dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis, mengurangi ketergantungan pada impor, serta mendukung percepatan hilirisasi industri di Indonesia.