gop-crypto.vip

Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK2 Bidik Transaksi hingga Rp10 Triliun

AKURAT.CO Danantara Housing Expo 2026 menargetkan transaksi properti senilai Rp6 triliun hingga Rp10 triliun selama penyelenggaraan pameran di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK2, Tangerang, Banten.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer BPI Danantara, Dony Oskaria, mengatakan target tersebut diharapkan tercapai seiring meningkatnya aktivitas transaksi di lokasi pameran.

"Kalau kita targetkan tentu paling tidak itu sampai Rp6-10 triliun yang kita harapkan. Tetapi ini sudah mulai ramai, sudah banyak transaksi-transaksi," kata Dony dalam Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK2, Kamis (27/8/2026).

Menurut Dony, capaian transaksi tidak hanya diukur dari pembelian rumah yang terjadi selama pameran.

Ketertarikan masyarakat untuk mengajukan surat minat dan memulai proses pembelian juga menjadi indikator penting keberhasilan acara.

"Selain dari transaksi terjadi, kita mengharapkan paling tidak orang baru mulai berminat, mengisi surat minat dan lain sebagainya," ujarnya.

Dony mengatakan Danantara Housing Expo 2026 dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap kepemilikan rumah melalui pilihan properti dan skema pembiayaan yang lebih terjangkau.

Salah satu yang ditawarkan adalah tenor kredit hingga 40 tahun. Menurut dia, tenor panjang dapat menekan besaran cicilan bulanan sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kemampuan membeli rumah.

"40 tahun itu semua. Dulu kan kita cicil rumah itu cuma 15 tahun sehingga cicilannya jadi besar. Sekarang dibuka jadi 40 tahun," kata Dony.

Dia mencontohkan, dengan tenor yang lebih panjang, cicilan rumah dapat menjadi lebih ringan.

Skema tersebut diharapkan membantu masyarakat, khususnya pembeli rumah pertama, untuk memiliki hunian.

"Program-program ini kita buat untuk bagaimana kemudian rumah bisa dimiliki oleh semua orang," ujarnya.

Dony memastikan risiko kredit macet dari pemberian tenor panjang telah diperhitungkan oleh perbankan.

Menurut dia, bank telah mengalokasikan dan menghitung potensi risiko, termasuk dalam skema pembiayaan rumah bersubsidi atau FLPP.

"Semua tentu sudah diperhitungkan. Potensialnya seberapa, risikonya seberapa. Semua bank tentu sudah mengalokasikan itu," katanya.

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Danantara Housing Expo 2026, NICE PIK2 Tandai Setahun Beroperasi