gop-crypto.vip

Danamart Targetkan Pendanaan SPKLU Rp 1,6 Miliar lewat Securities Crowdfunding

ILUSTRASI. Danamart menargetkan pendanaan Rp 1,6 miliar untuk ekspansi SPKLU di Jabotabekar seiring meningkatnya penggunaan kendaraan listrik. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)

Reporter: Belva Safina | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peluang investasi di sektor kendaraan listrik semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan infrastruktur pengisian daya di Indonesia.

Melihat potensi tersebut, PT Dana Agunan Nusantara (Danamart), platform securities crowdfunding (SCF) atau urun dana, menargetkan penghimpunan pendanaan sebesar Rp 1,6 miliar untuk mendukung pengembangan bisnis Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU).

CEO Danamart Patrick Gunadi mengatakan, penawaran pendanaan tersebut dilakukan melalui skema ekuitas. Dengan demikian, investor tidak hanya berperan sebagai pengguna kendaraan listrik, tetapi juga dapat menjadi pemegang saham perusahaan penerbit yang menjalankan bisnis SPKLU.

“Selama ini masyarakat lebih banyak melihat kendaraan listrik dari sisi penggunaannya. Padahal, pertumbuhan sektor ini juga membuka peluang di sisi infrastruktur,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (13/10/2026).

Baca Juga: Fitch Pertahankan Peringkat AAA untuk BTN hingga Oktober 2027

Patrick menjelaskan, dana yang berhasil dihimpun akan digunakan untuk memperluas jaringan SPKLU di wilayah Jabotabekar, yang mencakup Jakarta, Bogor, Tangerang, Bekasi, dan Karawang.

Ekspansi tersebut akan difokuskan pada kawasan dengan tingkat mobilitas tinggi dan pertumbuhan penggunaan kendaraan listrik yang meningkat.

Menurut Patrick, securities crowdfunding dapat menjadi penghubung antara kebutuhan pendanaan untuk ekspansi bisnis sektor riil dan masyarakat yang ingin mengakses peluang investasi yang sebelumnya relatif sulit dijangkau secara langsung.

Ia menambahkan, meningkatnya penggunaan kendaraan listrik menjadi salah satu faktor yang mendorong penawaran saham pada bisnis SPKLU. Pertumbuhan jumlah kendaraan listrik dinilai turut membuka kebutuhan terhadap infrastruktur pengisian daya yang lebih luas.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), pangsa pasar kendaraan listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) mencapai sekitar 15,6% dari pasar otomotif nasional per Maret 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan dengan pangsa pasar sebesar 12,9% pada akhir 2025.

Baca Juga: OJK Dorong Fintech Lending Terapkan Struktur Pembayaran yang Sesuai Ketentuan

Peningkatan penggunaan kendaraan listrik juga tercermin dari aktivitas pengisian daya di SPKLU. PT PLN (Persero) mencatat sebanyak 303.234 transaksi pengisian daya selama 12–31 Maret 2026. Jumlah tersebut meningkat 4,14 kali lipat dibandingkan dengan 73.161 transaksi pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Patrick memperkirakan kebutuhan infrastruktur pengisian daya di Indonesia masih akan terus bertambah.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan Indonesia membutuhkan sekitar 32.000 unit SPKLU pada 2030. Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pengembangan infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag