Daihatsu Kuasai Pasar Mobil Rp 300 Jutaan
Liputan6.com, Jakarta - PT Astra Daihatsu Motor (ADM) terus memperkuat perannya di industri otomotif nasional. Tak hanya mengandalkan penjualan kendaraan, Daihatsu juga menjadikan Indonesia sebagai salah satu basis produksi dan ekspor penting dalam jaringan manufaktur globalnya.
Dalam ajang Astra Media Day 2026 di Jakarta, Rabu (23/9/2026), Daihatsu mengungkapkan telah menguasai 33 persen pangsa pasar kendaraan dengan harga hingga Rp 300 juta.
Segmen tersebut masih menjadi salah satu penopang utama pasar otomotif Indonesia. Kendaraan dengan harga di bawah Rp 300 juta tercatat berkontribusi sekitar 49 persen terhadap total penjualan mobil nasional.
Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi Daihatsu di segmen kendaraan entry level dan komersial yang selama ini menjadi salah satu fokus utama perusahaan.
Peran Indonesia bagi Daihatsu tidak hanya terlihat dari sisi pasar. Dalam lima tahun terakhir, fasilitas produksi ADM rata-rata menyumbang sekitar 35 persen dari total produksi kendaraan bermotor di Indonesia.
Saat ini, ADM memiliki kapasitas produksi terpasang mencapai 530 ribu unit per tahun yang didukung 10 fasilitas produksi.
Salah satunya adalah fasilitas produksi baru dengan konsep E-SSC (Evolutionary Smart Sustainable Concept) di Karawang, Jawa Barat. Pabrik tersebut dibangun dengan nilai investasi sekitar Rp 2,9 triliun.
Keberadaan fasilitas tersebut semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu basis produksi penting Daihatsu.
Marketing Director & Corporate Function Director PT Astra Daihatsu Motor, Rokky Irvayandi, mengatakan Indonesia memiliki posisi strategis bagi perkembangan Daihatsu.
"Selama 48 tahun hadir di Indonesia, Daihatsu terus tumbuh bersama masyarakat dan industri otomotif nasional. Indonesia bukan sekadar market, tetapi hal penting bagi Daihatsu. Kami ingin menjaga kontribusi tersebut melalui manufaktur yang kompetitif, produk yang relevan, serta dukungan mobilitas yang semakin mudah diakses," ujar Rokky Irvayandi di Astra Media Day 2026.
Kontribusi Daihatsu terhadap industri otomotif nasional juga tercermin dari pengembangan rantai pasok lokal.
ADM menyebut ekosistem produksinya melibatkan lebih dari 2.000 supplier dan UMKM lokal. Tingkat local purchase perusahaan juga telah mencapai lebih dari 80 persen.
Ekosistem tersebut turut berkontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai lebih dari 1 juta orang.
Dengan demikian, aktivitas manufaktur Daihatsu di Indonesia tidak hanya berkaitan dengan produksi kendaraan, tetapi juga melibatkan industri komponen, supplier, UMKM, hingga tenaga kerja yang menopang rantai industri otomotif nasional.
Kendaraan yang diproduksi ADM di Indonesia juga telah dipasarkan ke berbagai negara. Hingga saat ini, produk buatan Indonesia telah diekspor ke lebih dari 60 negara.
Hingga Agustus 2026, volume ekspor ADM tercatat telah mencapai lebih dari 85 ribu unit, atau meningkat sekitar 11 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Jika dilihat berdasarkan jenis kendaraan, ekspor ADM didominasi lini SUV seperti Toyota Rush dan Toyota Raize dengan kontribusi sekitar 50 persen.
Posisi kedua ditempati kendaraan hatchback seperti Daihatsu Agya dan Toyota Wigo dengan kontribusi 26 persen. Sementara kendaraan komersial Daihatsu Gran Max menyumbang 24 persen.
Komposisi tersebut menunjukkan bahwa fasilitas produksi Daihatsu di Indonesia tidak hanya memenuhi kebutuhan pasar domestik, tetapi juga berperan dalam memasok kendaraan untuk pasar internasional.